Anggaran Terbatas, TNI-Warga Manfaatkan Ban Bekas Jadi Senderan Irigasi

by -14 views

WONOSOBOZONE.COM – Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III di Desa Tumenggungan Kecamatan Selomerto, yang dalam waktu beberapa hari kedepan akan berakhir menjadi bukti kuatnya jalinan kerjasama sinergis antara rakyat dengan tentara.

Dengan sinergi itu, bahkan persoalan keterbatasan anggaran untuk menuntaskan sejumlah program berhasil diatasi bersama. Hal itu terlihat ketika pada Senin (11/10/2021), Kepala Desa Tumenggungan dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat menyepakati pemanfaatan ban bekas untuk digunakan sebagai material penyangga (senderan) irigasi di salah satu ruas sasaran TMMD.

“Senderan ini tidak masuk dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) TMMD karena keterbatasan dana, namun mengingat ruas jalan ini juga merupakan penyangga saluran irigasi penting bagi para petani, maka harus diselesaikan,” terang Mudakir, Kades Tumenggungan saat ditemui di sela kegiatan kerja bakti.

Pertimbangan pemanfaatan ban bekas mobil tersebut, menurut Mudakir merupakan buah dari kesepakatan dengan TNI demi tuntasnya program kerja tanpa harus menambah anggaran. Sebelum diputuskan menggunakan ban bekas, pihaknya sempat mempertimbangkan sejumlah material lain seperti bronjong karung diisi pasir atau tanah.

Namun dengan asumsi bahwa penggunaan ban bekas akan lebih bertahan lama dan relatif lebih kuat, Mudakir mengaku akhirnya memilih alternatif limbah otomotif itu.

“Dengan ban bekas kan berarti kita juga mengurangi potensi limbah yang dapat mencemari lingkungan, dan pengerjaan jauh lebih mudah karena tinggal meletakkan ban-ban itu dan menyusunnya secara rapi,” lanjut Mudakir.

Ia juga mengaku tak perlu mengeluarkan dana untuk pengadaan ban bekas karena tinggal minta saja ke bengkel terdekat.

Perihal pemilihan ban bekas, Babinsa Tumenggungan Serda Ali Purnomo membenarkan bahwa keputusan tersebut diambil untuk menyiasati keterbatasan sumber daya keuangan di masa akhir TMMD.

“Dipilihnya ban bekas ini, sekaligus kita harapkan untuk dapat menginspirasi warga masyarakat untuk tidak lekas menyerah menghadapi kendala-kendala dalam upaya memajukan desa,” terang Serda Ali.

TMMD Sengkuyung, disebut Ali memang menjadi ajang bagi TNI dan Rakyat untuk bersatu membangun desa, demi meningkatkan kesejahteraan dan memudahkan akses fasilitas umum untuk kepentingan bersama.

“Sehingga wajar ketika muncul persoalan pun, diselesaikan dengan diskusi dan kesepakatan bersama seperti dalam hal menuntaskan senderan ini,” tandasnya.

Ia juga berharap agar hasil-hasil dari kegiatan TMMD Sengkuyung di Tumenggungan, nantinya selain dimanfaatkan secara optimal, juga dijaga dan dirawat bersama seluruh warga masyarakat setempat, sehingga kemanfaatannya dapat dirasakan secara optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *