Digadang Jadi Kawasan Sport Center, Atlet Didorong Gunakan GOR Wonolelo

by -18 views

WONOSOBOZONE.COM – Memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2021, panitia Haornas Kabupaten Wonosobo mengadakan bakti sosial bersih bersih lingkungan GOR Wonolelo dan pemberian bantuan beras serta renovasi WC di Pondok Pesantren Al Asyariah 7, Wonorejo, Minggu (12/9).

Baksos ini diawali dengan bersepeda dari Pendopo Bupati sampai GOR Wonolelo, yang diikuti oleh Bupati Wonosobo dan jajaran Forkopimda, beberapa kepala OPD, KONI, serta beberapa komunitas sepeda Wonosobo.

Selain bersih bersih lingkungan GOR Wonolelo, pada kesempatan itu Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, juga mengadakan sarasehan dengan para ketua Cabang Olahraga dan beberapa atlet Wonosobo, untuk menyampaikan berbagai perkembangan, permasalahan serta ide dan harapan untuk kemajuan olahraga di Kabupaten Wonosobo.

Bupati menyebut peringatan Haornas ini bisa menjadi momentum untuk merefleksi dan mengkoreksi apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan dilakukan untuk olahraga di Wonosobo kedepan. Namun yang lebih penting lagi menurut Afif adalah bagaimana membudayakan olahraga, karena tanpa menjadikan olahraga sebagai budaya, mustahil akan tercapai sebuah prestasi.

“Selain menjadikan olahraga sebagai budaya, prestasi juga akan diraih apabila ada event kompetisi maupun turnamen. Percuma kita latihan terus tetapi tidak ada kompetisi maupun event, bagaimana kita akan mengetahui hasil latihan kita jika kita tidak mengikuti kompetisi,” jelas Afif.

Situasi pandemi Covid-19 yang saat ini tengah berlangsung, diakui Afif juga menjadi kendala dalam kita mengadakan kompetisi maupun event.

Terkait banyaknya Cabang Olahraga (Cabor) yang belum mempunyai fasilitas tempat untuk berlatih, Bupati mengajak agar Cabor yang memungkinkan untuk berlatih di GOR Wonolelo untuk memanfaatkannya.

“GOR yang sudah ada ini, mari kita ramaikan untuk berlatih bagi cabor yang memungkinkan berlatih di GOR ini. Jangan sampai GOR ini menjadi rusak karena tidak pernah dipakai. Sembari untuk latihan dan dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, kita pemerintah akan me redesain agar GOR yang sudah ada ini menjadi lebih baik dan lebih layak untuk kegiatan olahraga,” ungkap Afif.

Bupati juga berharap nantinya GOR ini akan menjadi kawasan Sport Center Wonosobo. Dimana berbagai kegiatan olahraga nantinya akan dilaksanakan ditempat tersebut.

“Pemerintah di tahun 2022 akan segera merumuskan dan me redesain GOR ini agar menjadi sport center, baik dari segi pembiayaannya, desainnya, sehingga dapat menunjang ke olahragaan di Wonosobo menjadi lebih maju,” tandasnya.

Sementara pada kesempatan itu ketua KONI kabupaten Wonosobo, Drs. Khozin juga menyampaikan bahwa hingga saat ini ada 32 Cabor yang sudah diakui dan mendapatkan fasilitas pembiayaan dari KONI Wonosobo, tetapi ada 6 anggota cabor baru yang akan disahkan pada bulan Desember 2021 ini. Sehingga total ada 38 cabor di Kabupaten Wonosobo.

“Semua Cabor di Wonosobo eksis berjalan, tetapi ada beberapa Cabor yang tidak mempunyai venue atau tempat latihan, sehingga mereka akan berlatih ke luar daerah maupun menyewa tempat latihan milik swasta,” jelasnya.

Ia menyebut sebenarnya atlet atlet Wonosobo banyak yang berprestasi, sehingga banyak atlet Wonosobo yang dilirik daerah lain.Tetapi saat ini KONI sudah berupaya untuk melakukan pendekatan secara persuasif kepada para atlet Wonosobo, agar mereka bertahan menjadi atlet Wonosobo meski dengan keterbatasan keterbatasan yang ada.

“Kedepan KONI akan selalu berupaya untuk lebih memperhatikan kesejahteraan para atlet Wonosobo. Lebih nguwongke istilah orang jawa, sehing mereka merasa diperhatikan,” jelas Khozin.

“Terkait upaya pemerintah untuk mendorong penggunaan GOR Wonolelo, cabar cabor sangat menyambut baik, apalagi menjadikan GOR Wonolelo ini sebagai Sport Center,” tambah Khozin.

Khozin juga menyampaikan bahwa kabupaten Wonosobo saat ini mengirim sebanyak 7 atlet untuk mewakili Jawa tengah pada PON Papua 2021. 7 atlet tersebut diantaranya atlet cabang olahraga balap motor 2 orang, Muathay 2 atlet, Sepak Bola 2 atlet, Silat 1 atlet.

“Dari ketujuh atlet yang paling berpotensi untuk menyumbng emas bagi kontingen Jawa tengah adalah dari balap motor dan muathay,” pungkasnya. (why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *