Vaksinasi Terus Digenjot, Kemenkes Minta Penyandang Disabilitas Dijadikan Prioritas

by -27 views

WONOSOBOZONE.COM – Kementerian Kesehatan menggolongkan penyandang disabilitas fisik dan mental sebagai kelompok rentan terhadap paparan covid-19, sehingga diminta untuk menjadi prioritas penerima vaksin agar ikut terlindungi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dr. Mohamad Riyatno, M.Kes., saat dihubungi melalui pesan singkat pada Jum’at (10/9/2021) menyampaikan bahwa, pihaknya sudah melaporkan kepada Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah agar mengalokasikan vaksin bagi para penyandang disabilitas fisik dan mental yang ada di Kabupaten Wonosobo.

“Dari laporan tersebut sudah ditindaklanjuti dengan memberikan alokasi vaksin Sinopharm secara bertahap yang diterimakan kepada Dinkes Kabupaten. Dan sesuai data yang disingkronkan dengan yang ada di Dinkes, vaksin sudah didistribusikan ke puskesmas-puskesmas yang ada. Selain itu juga disalurkan langsung melalui vaksinasi di tempat terpusat di Kabupaten, Desa-desa dan door to door atau jemput bola dengan mendatangi kerumah disabilitas,” ungkapnya.

Ia menambahkan kenapa vaksinasi juga disalurkan melalui Puskesmas dan desa, karena sebaran penyandang disabilitas lebih banyak tersebar diwilayah pedesaan. Dan mereka beragam ada yang masih mampu beraktivitas dan banyak juga yang tidak mampu sehingga harus didatangi oleh petugas vaksin termasuk ODGJ.

Senada, Menurut informasi Pujiyati, SST.M.Si, Programmer PTM dan Keswa Dinkes Wonosobo menyebut prosentasi capaian vaksinasi yang dilaporkan hari ini sudah mencapai 67,61 %, dari total 3915 sasaran.

Puji menuturkan pelaksanaan vaksinasi bagi disabilitas dan ODGJ memang tidak mudah, sehingga harus dilakukan door to door. Berbagai kendala ditemui di lapangan, misal adanya kondisi yang tidak memungkinkan, sata dikunjungi, sasaran tidak berada dirumah, hingga adanya penolakan.

Sementara itu Kepala seksi rehabilitasi sosial Heny Wijiastuti, S.Sos menyampaiakan, bahwa data penyandang disabilitas dan ODGJ tahun 2020 di Kabupaten Wonosobo secara keseluruhan tercatat berjumlah 7496 orang. Namun tidak semua menjadi sasaran vaksin, disebabkan karena adanya aturan yang ada.

“Data tahun 2020 total ada 7496, namun karena aturan yang ada tidak semua bisa divaksin. Dari data itu pada bulan Mei tahun ini, coba kita verval, dan pertengahan Juni kita kirim ke Dinkes,” jelasnya.

Heny juga menyebut, Banyak tantangan dalam proses vaksinasi ini. Salah dlsatunya perlu edukasi pemahaman untuk disabilitas akan pentingnya vaksinasi disabilitas.

“Dan dalam pelaksanaan Dinsos sendiri sudah mengupayakan layanan antar jemput bagi disabilitas untuk wilayah yang tidk ada layanan jemput bola. Untuk daerah yang ada layanan jemput bola Dinsos dibantu TKSK ikut serta bersama tim dari Puskesmas untuk layanan door to door,” pungkasnya. (why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *