Warga Jibegan Mandiri Sayur Dengan Kampung 500

by -35 views

WONOSOBOZONE.COM – Berawal dari sebuah inovasi PKK Desa Kaliwuluh dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan  dengan cara mengumpulkan jimpitan Rp 500,- per hari yang dibuka akhir bulan. Kampung 500 menjadi sebutan baru untuk Dusun Jibegan Desa Kaliwuluh Kecamatan Kepil. Uang yang terkumpul kemudian  dibelanjakan  alat alat pertanian, seperti polybag, pupuk, benih atau bibit sayur dan media dukung lainnya. Setelah tiga bulan, hasil tanaman berupa aneka ragam sayur dipanen dan hasilnya untuk konsumsi keluarga dan sebagian yang lain dijual lewat pengepul desa setempat.

Ketua TP PKK Kecamatan Kepil Anisatul Aminah Miswari saat berkunjung bersama Ketua TP PKK  dan Ketua Pokja 3 Desa dan Kelurahan se Kecamatan Kepil (09/6) di Dusun Jebegan Desa Kaliwuluh menuturkan, selain untuk konsumsi keluarga, sayuran hasil olahan warga Jibegan juga mulai bisa dijual ke luar kampung.

“Dari sebuah ide sederhana, direncanakan dengan matang kemudian direalisasikan dengan sungguh-sungguh menghasilkan komuditas yang bernilai dan bermanfaat bagi keluarga dan warga lain, terlebih menghadapi masa sulit saat ini, kita dituntut memiliki inovasi guna mengatasi masalah pangan dan ekonomi keluarga”, ucapnya.

Sementara itu Camat Kepil Miswari menuturkan, dilatarbelakangi masalah ekonomi dalam mencukupi kebutuhan pangan keluarga, karena sebagian putus kerja dan sulitnya cari pekerjaan baru akibat covid-19, memunculkan ide kreatif dari ibu-ibu desa setempat untuk kumpulkan modal usaha dengan cara jimpitan Rp 500,- perhari yang dibuka pada akhir bulan.

“Kami mengapresiasi dengan adanya inovasi dari PKK Desa Kaliwuluh ini dan tentu akan kami support kreatifitas seperti warga di Jibegan ini, semoga bisa diterapkan di kampung-kampung lainnya“, ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan, dari inovasi ini sedikitnya ada lima manfaat yang dirasakan warga Jibegan, yaitu adanya tambahan penghasilan di luar hasil pertanian inti di ladang sehingga membantu ekonomi keluarga, Mengurangi kegiatan yang tidak bermanfaat, Rasa gotong royong dan kekompakan diantara ibu-ibu selalu terjaga, Pemanfaatan waktu menjadi maksimal karena dikerjakan sisa waktu setelah ibu-ibu membantu suami bekerja diladang dan disituasi pandemi Covid 19 ibu-ibu tidak harus belanja sayur ke luar karena di sekeliling rumah sudah tersedia tanaman sayur yang bisa dipetik sekaligus bisa mengurangi kerumunan. (why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *