Wonosobo Jadi Contoh Moderasi Kerukunan Beragama

by -19 views

WONOSOBOZONE.COM – Drektur Ponpren Kemenag RI Waryono Abdul Ghafur menyampaikan, toleransi tinggi yang ada di daerah Dieng yang agamis, dan yang terbentuk di wilayah lain di Wonosobo menjadikanya sebagai Kabupaten yang menjadi contoh tentang moderasi kerukunan beragama di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkanya saat bersilaturahmi dan Sarasehan Kerjasama Pemkab Wonosobo bersama Kemenag Wonosobo di Pendopo Kabupaten Sabtu, 5/6/2021. Kegiatan tersebut dalam rangka penguatan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), Forum Komunikasi Diniah Takmiliyah (FKDT) dan Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al Quran (Badqo LPQ) Kabupaten Wonosobo.

Selain Direktur Pondok Pesantren Kemenag RI Waryono Abdul Ghafur,  sarasehan tersebut dihadiri oleh Komisi E DPRD Propinsi Jawa Tengah Ahmad Fadlun,  Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar, Ketua MUI Wonosobo Mukhotob Hamzah, KH.Subromalisi, Kementrian Agama Wonosobo, Bagian Kesra, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Jajaran Pengurus FKPP, Jajaran Pengurus FKDT dan Jajaran Pengurus Badko LPQ Wonosobo.

Apresiasi yang tinggi juga disampaikan Waryono kepada Kabupaten Wonosobo, dimana kerukunan antar umat beragama yang terbina sangat baik. Walaupun heterogen namun bisa seiring sejalan dalam kedamaian sesuai Bhineka Tunggal Ika. “Merawat Al Quran text tualnya mudah, yang susah adalah merawat orang ber-Al Quran,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Waryono mengatakan, moderasi beragama itu adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama, dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama  yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum, berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

Kegiatan ini diharapkan sebagai salah satu upaya pembinaan kelembagaan secara langsung. Sehingga kesulitan atau kendala yang terjadi dilapangan dapat diminimalisir sehingga berdampak pada perkembangan dan kemajuan dari lembaga itu sendiri.

Ia berpesan kepada lembaga pendidikan yang sudah tidak aktif, tidak operasional agar ditindaklanjuti dengan penutupan izin operasional berdasarkan hasil verifikasi lapangan dan usulan atau pernyataan dari lembaga atau organisasi atau yayasan penyelenggara.

Sementara itu Bupati Wonosobo, selain ucapan selamat datang juga menyampaikan maaf karena masih dalam masa pandemi sehingga banyak keterbatasan yang harus diterapkan, termasuk hanya boleh diikuti 40 orang saja, sehingga tidak bisa menghadirkan semua unsur, baik alim ulama ataupun seluruh kyai dan tokoh agama, ponpes, Badko TPQ dan FKDT yang ada.

Bupati menambahkan, kegiatan seperti ini merupakan salah satu media komunikasi, dalam memelihara harmonisasi hubungan dan mempererat tali persaudaraan, antara para pimpinan Agama, organisasi kemasyarakatan (ormas) dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Kementerian Agama.

Menurutnya kebersamaan merupakan kunci utama yang dapat membangkitkan sinergi, antara ormas satu dengan lainnya, juga dengan pemerintah, untuk bersama-sama membangun negeri.

“Kami mengajak Bapak-Ibu untuk saling berkomunikasi dan bekerja sama secara berkesinambungan, untuk bersama-sama membangun kabupaten kita melalui sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas,” ajaknya.

“Diharapkan, kerja sama yang baik dan produktif ini akan dapat terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong kemajuan bangsa disegala bidang terutama di Kabupaten Wonosobo ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *