Pandemi COVID-19 Berkepanjangan, Pencegahan Stunting Di Wonosobo Hadapi Tantangan Berat

by -146 views

WONOSOBOZONE.COM – Upaya keras Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk menekan angka kekurangan gizi kronis, yang berakibat pada perlambatan pertumbuhan anak, alias stunting menemui tantangan berat masa pandemic COVID-19.

Padahal, dengan prosentase penderita stunting yang masih berada pada angka 32,5 %, alias jauh di atas standard World Health Organization (WHO), upaya penanganan dan pencegahan menjadi semakin mendesak. Tercatat, selama masa pandemic COVID-19 di Kabupaten Wonosobo, hanya 18,7 % kegiatan posyandu yang berjalan normal, semantara 43,5 % posyandu berhenti memberikan pelayanan, dan 37,23 % lainnya mengalami penurunan kegiatan.

Karena itulah, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat berupaya mendorong pihak swasta untuk berperan dalam menyukseskan program penanganan dan pencegahan stunting, serta mengajak seluruh pihak yang memiliki kewenangan untuk berkomitmen kuat mendukung program tersebut.

“Setidaknya dibutuhkan 6 langkah dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting ini, meliputi Integrasi program menjaga gizi seimbang, mengamankan rantai pasok pangan sehat dan bergizi bagi kelompok rentan, dan penyediaan layanan rutin gizi ibu, bayi dan balita,” tutur Afif saat menyampaikan paparan di depan para peserta rembuk stunting bersama PT Danone Aqua dan sejumlah pihak, di Pendopo Kabupaten, Kamis (6/5/2021).

Selain itu, Bupati juga menyebut pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, penyediaan layanan rutin pencegahan kekurangan zat gizi dan suplementasi gizi mikro, serta pengambilan data tepat waktu dan informasi pembaruan keamanan pangan. Adanya kerjasama yang terjalin dengan PT Danone Aqua Indonesia, Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Sosial Masyarakat  dan Dunia Usaha, diyakini Afif akan semakin menguatkan langkah strategis dalam pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Wonosobo.

“Kita mesti membulatkan niat dan mempertegas komitmen untuk bekerja bersama, bahu-membahu dan bergotong royong demi kemajuan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Wonosobo,” tegasnya

Senada, Sekretaris Daerah One Andang Wardoyo juga menilai urgensi pencegahan dan penanganan stunting menuntut komitmen seluruh pihak terkait. “Melalui forum Rembuk Stunting, Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama masyarakat, perusahaan, LSM/NGO, dan para pihak lainnya berkomitmen untuk melaksanakan upaya-upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Wonosobo, dengan mengalokasikan Penganggaran untuk percepatan pencegahan dan penanganan stunting bersumber dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, Dana Desa, Dana CSR, dan sumber dana lain yang sah,” tegas Andang.

Dalam rangka menyukseskan program tersebut, Sekda juga menekankan agar semua desa dan kelurahan wajib menganggarkan program dan kegiatan melalui dana desa dan kelurahan terutama pelayanan kesehatan ibu dan anak, integrasi konseling gizi, ibu hamil, konseling balita sanitasi dan air bersih, perlindungan sosial dan layanan PAUD.

“Para camat juga wajib melakukan fungsi koordinasi dalam aspek perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program dan kegiatan di desa/kelurahan dengan menggunakan sumber daya yang ada di desa/kelurahan untuk kepentingan percepatan pencegahan dan penanganan stunting, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi secara terpadu dengan melibatkan para pihak yang berkepentingan harus terus dilakukan demi perbaikan dan pencapaian kinerja yang lebih optimal,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *