Selain Kentang, Tales Beneng Berpotensi Jadi Komuditas Unggulan

by -102 views

WONOSOBOZONE.COM – Dengan kondisi tanah dan lingkungan yang mendukung, tales beneng bisa menjadi komuditas unggulan Kabupaten Wonosobo, dan diharapkan pula Wonosobo akan menjadi pemasok tales beneng terbesar di Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Ir Agus Wariyanto, S.IP, MM, pada acara penanaman perdana Tales Beneng di Desa Gading Sukuh Kecamatan Kepil, yang just turut didampingi Bupati Wonosobo Afif Nuhidayat Rabu (28/4).

Agus menyebut tales beneng bisa menjadi komuditas alternatif unggulan selain kentang. “Kalau bicara tentang kentang, Wonosobo sudah tidak asing lagi. Tapi kali ini akan kita tanam Tales Beneng, yang tidak saja untuk keanekaragaman pangan, namun juga Tales ini juga bisa digunakan untuk tanaman hias yang memiliki nilai ekonomis dan bisa menjadi primadona petani Wonosobo,” ujar Agus.

Sementara itu Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, menyampaikan bahwa penanganan rawan pangan dan pengentasan kemiskinan di Wonosobo menjadi isu penting, mengingat Wonosobo merupakan kabupaten dengan predikat miskin di Jawa Tengah. Tentu kondisi ini masih memprihatinkan dan harus dilakukan perbaikan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya menjadi kabupaten yang terbebas dari predikat miskin.

Oleh karenanya, peningkatan kesejahteraan dan perekonomian daerah menjadi salah satu prioritas dalam arah perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Wonosobo kedepan.

“Saya menyambut baik inisiasi Desa Gadingsukuh dalam melakukan penanaman talas beneng ini. Tanaman ini merupakan tanaman pangan yang mengandung protein, mineral, dan serat pangan yang relatif tinggi. Selain itu, talas beneng telah menjadi komoditas ekspor yang menjanjikan. Talas beneng dapat diolah sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik, serta berbagai produk olahan makanan, seperti, keripik, kue, dan bahan dasar makanan lainnya,” jelas Bupati.

Dengan pengolahan yang benar, menurut Bupati talas beneng dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang menguntungkan. Oleh karena itu ia meminta kepada Kepala Desa, Kelompok Tani, dan masyarakat Desa Gadingsukuh, untuk mencari tahu perkembangan informasi seputar peningkatan mutu tanaman, pengolahan, dan pemasaran produk olahan talas beneng, sehingga kualitas tanaman dan produk dapat selalu ditingkatkan.

“Kepada Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Wonosobo agar dapat memberikan bimbingan dan pendampingan kepada masyarakat Desa Gadingsukuh, untuk mengelola potensi sumber daya alam desa ini, utamanya dibidang pertanian dan pangan, serta dalam mengembangkan budidaya tanaman pangan yang baru dirintis ini,” kata Afif.

Bupati berharap petani mendapatkan pendampingan dari dinas tehnis mulai dari produksi sampai dengan pemasarannya.

“Jika Tales Beneng sudah ada pihak yang akan bekerja sama dalam pemasarannya, maka komuditas lainnya perlu dicarikan solusi pemasarannya, seperti misalnya Porang,” pungkasnya. (why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *