UMM Akan Berikan Dukungan Teknis Terkait Regulasi Terhadap Perlindungan Bahaya Rokok

by -131 views

WONOSOBOZONE.COM – Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM) dan The Union melakukan kunjungan ke Wonosobo. Dalam kunjungannya itu disambut oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat didampingi Kabag Hukum Nurwahid dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Mohamad Riyatno, di Pendopo Kabupaten, Kamis (22/4/2021).
.
Pendamping MTCC UMM dari The Union Fauzi Ahmad Nur menyebut, maksud kunjungan tersebut karena melihat Wonosobo merupakan daerah yang saat saat ini harus mempunyai regulasi khusus untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat, khususnya kepada anak-anak terkait dengan bahaya rokok.
.
“Kami datang kesini memang untuk mengawal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dari Presiden untuk menurunkan prevalensi merokok anak-anak di Indonesia, khususnya yang kami datangi saat ini di Wonosobo, kami ingin memberikan bantuan teknik untuk bagaimana Wonosobo bisa mempunyai regulasi yang bisa melindungi masyarakat khususnya anak-anak dari bahaya rokok,” ungkapnya.
.
Pihaknya akan memberikan bantuan pendampingan secara teknis terkait regulasi tersebut hingga selesai, sesuai program kerja UMM. Dari hal itu ia berharap agar Kabupaten Wonosobo segera mempunyai regulasi tersebut, baik dalam bentuk Peraturan Bupati ataupun Peraturan Daerah.
.
Sementara itu Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyambut baik, kunjungan dan rencana kerjasama tersebut. Karena menurutnya hal ini merupakan sebuah pekerjaan rumah yang sudah lama, dan programnya harus terus berjalan walau dengan cara perlahan, dan harus disertai adanya edukasi kepada masyarakat. Karena ada banyak tantangan yang dihadapi, salahsatunya sebagian wilayah di beberapa Kecamatan yang masyarakatnya mengandalkan hasil pertanian dari menanam tembakau.

Bupati menegaskan pihaknya akan meneruskan kepada Instansi teknis terkait untuk melaksanakan konsolidasi dan koordinasi terkait hal ini.
.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo Dr Mohamad Riyatno menyatakan bahwa Dinkes sendiri sebenarnya sudah sejak tahun 2018 lalu, sudah melakukan upaya sosialisasi dan edukasi termasuk audiensi dengan Pimpinan Daerah untuk setidaknya membuat regulasi di Kabupaten sebagai pedoman untuk penetapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) disetiap gedung perkantoran dan fasilitas umum, namun belum berhasil.
.
Terkait kedatangan TCC UMM, Dinas Kesehatan akan menindaklanjuti dengan membuat draft Peraturan Bupati tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di tahun ini, yang kemudian dangan bantuan pendampingan dari UMM bisa untuk sosialisasi dan edukasi ke Institusi dan pengelola fasilitas umum. (why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *