Harga Komoditi Sayuran Di Pasar Kalikajar Lesu, Petani Butuh Intervensi Pemerintah

by -176 views

WONOSOBOZONE.COM – Memasuki hari ke-8 Ramadhan, sidak pasar tradisional dilakukan di Kalikajar yang berada di Desa Kembaran. Dari monitoring yang dilakukan belum terdapat lonjakan harga komoditas pokok maupun kelangkaan stok, sehingga rerata masyarakat selaku konsumen masih bisa berbelanja dengan tenang dalam harga yang terjangkau.

“Untuk kebutuhan pokok masyarakat, seperti Beras, Daging, Telur, Terigu, Mie Instant, Minyak Goreng sampai Gas Elpiji masih belum ada lonjakan harga maupun kelangkaan barang di tingkat pengecer dan kita berharap kondisi ini bertahan sampai lebaran agar masyarakat lebih tenang,” tutur Camat Kalikajar Bambang Tri saat ditemui di sela monitoring, Selasa (20/4/2021).

Namun demikian, sejumlah pedagang sayuran diakui Bambang mengeluhkan kondisi harga komoditas sayuran hasil produksi petani di lereng Sumbing yang hingga saat ini sebagian besar masih berada di level terendah.

“Dengan harga komoditas sayuran yang rendah ini petani banyak merugi sehingga kami nilai perlu adanya intervensi dari Pemerintah agar kedepan harga sayur dapat meningkat kembali,” terangnya.

Kelesuan harga komoditas pertanian dari lereng Gunung Sumbing yang diperjual belikan di Pasar Kembaran tersebut, menurut Bambang selayaknya mendapatkan perhatian mengingat di masa-masa Pandemi COVID-19 para petani benar-benar terpuruk lantaran kesulitan mendongkrak harga produk mereka.

“Pemerintah Kabupaten kami harapkan dapat membantu dengan menjadikan sayur mayur sebagai komoditas dalam pembagian bantuan-bantuan sembako kepada masyarakat, di samping terobosan agar masyarakat Wonosobo wajib mengkomsumsi produk lokal Wonosobo, dengan harapan bisa menaikkan perekonomian masyarakat/petani di Wilayah Kalikajar,” tandas Bambang Tri.

Dengan adanya intervensi dari pemerintah tersebut, ia meyakini kondisi para petani di wilayah seperti di Kalikajar akan dapat lebih membaik dan menjadi lebih tenang dalam menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan maupun menyongsong hari Raya Idul Fitri 1442 H mendatang. (why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *