Potensi Kuliner Khas Wonosobo Harus Terus Digali dan Dipromosikan

by -1,526 views

WONOSOBOZONE.COM – Para pelaku usaha wisata kuliner harus terus meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan inovasi dalam menggali potensi kuliner khas Wonosobo. Serta harus mempromosikan melalui pasar online agar salah satu produk wisata andalan ini bisa semakin mendunia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar saat membuka Pelatihan Pelaku Usaha Wisata Kuliner Wonosobo, di Joglo Homestay, Mudal, Mojotengah, Selasa pagi (30/3/2021).

“Saya punya mimpi sejak dulu terkait pemberdayakan kaum Ibu, dan pelaku usaha kuliner, yang menurut saya harus terus ditingkatkan dari sisi apapun, khususnya dalam rangka meracik potensi apa saja yang ada di Wonosobo, dan seperti diketahui Wonosobo ini bukan hanya panorama alamnya saja yang bagus indah dan terkenal, namun banyak potensi, termasuk budaya kuliner khasnya juga luar biasa, dan hal itu bisa terus kita gali, dan bisa kita promosikan sebagai salah satu produk wisata andalan salahsatunya melalui cara online, agar semakin mendunia, minimal dengan menggunakan hp android panjenengan itu,” ungkapnya.

Wabup menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut. Albar berharap pelatihan ini tidak berhenti sampai disini saja namun harus ada pendampingan yang lebih jauh lagi, baik dari pengusaha maupun Instansi terkait untuk memantau dan mendampingi dalam rangka meningkatkan serta memberdayakan diri sendiri. Sembari mengajak kepada para peserta latihan nantinya untuk bersama-sama mengembangkan potensi Wonosobo yang luar biasa ini.

“Saya tau, njenengan sedaya pengin ngrewangi ekonomi keluarga (=anda semua ingin membantu ekonomi keluarga), ingin meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui tangan kita sendiri, dan tidak hanya mengandalkan suami atau istri kita saja, maka pelatihan ini diadakan sebagai bekal kepada semua untuk mewujudkan hal itu,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan, Siti Nurmar Asyiah menyampaikan kegiatan ini dilatarbelakangi adanya tradisi masyarakat dalam budaya memasak/kuliner, baik yang dilakukan sendiri atau bersama-sama, memungkinkan adanya interaksi sosial secara internal keluarga maupun antar orang per orang bahkan komunitas. Sehingga terciptalah kebiasaan makan pagi, makan siang, pesta, kenduren, bahkan saat ini tercipta suatu atraksi dan produk wisata kuliner yang menjadi salah satu destinasi unggulan di beberapa daerah.

Ia menambahkan, untuk keberlangsungan destinasi wisata ini ditengah pandemi COVID-19 saat ini, diperlukan penyesuaian adaptasi tata kelola atraksi produk wisata kuliner yang mampu menjamin kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan konservasi lingkungan hidup (Cleanliness, Health, Safety, Environment) oleh pelaku/pengelola usaha untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengunjung terhadap destinasi pariwisata, serta usaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo. Disisi lain untuk meningkatkan efektivitas pencegahan penyebaran wabah dan dampak COVID-19 dalam pelaksanaan kegiatan usaha pariwisata guna menjaga keberlangsungan usaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo.

Sehinggan pelatihan ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi potensi dan tradisi khas kuliner Wonosobo yang mendasari Pengembangan Kuliner Wonosobo sebagai atraksi/produk wisata andalan Kabupaten Wonosobo khususnya ditengah pandemi COVID-19 yang saat ini belum usai. 

Pelatihan sendiri diikuti oleh140 peserta yang terdiri para pengelola dan pelaku usaha kuliner di Wonosobo, yaitu dari Pasar Kumandang, Pasar Ting Njanti, Pasar Projo Buritan, dan usaha kuliner yang berkembang di kawasan daya tarik wisata (Taman Rekreasi Kalianget, Taman Syailendra Dieng, Kawasan Dieng Plateau Theater, Gardu Pandang Tieng)  yang mempunyai keinginan dan komitment untuk terlibat secara sosial, ekonomi, secara inovatif dan kreatif untuk pengembangan produk kuliner yang lebih adaptif di era pandemi COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *