Doa Ghaib

by -691 views

Oleh : Wajihudin Al-Hafeez, MSPA

WONOSOBOZONE.COM – Doa merupakan ibadah. Setidaknya sebagai pengakuan bahwa ada Allah Yang Maha Kuasa. Seseorang mungkin tidak shalat, puasa, sedekah, haji, umrah dan qurban. Namun, sangat aneh bila tidak berdoa untuk diri sendiri maupun orang lain.

Tagar “Pray for Sriwijaya, Kalimantan dan Sulbar,” jelas merupakan ajakan dan permintaan doa dari kita untuk orang lain. Bangsa Mesir yang sedang tertimpa bencana meminta didoakan oleh Nabi Musa. Mereka meminta dengan perantaraan kenabian dan kemuliaannya mendoakan bangsa Mesir agar selamat dari bencana (Q.S.Al-A’raf[7]:134). Nabi ‘Isa mendoakan orang-orang yang sakit agar sembuh (Q.S. Ali Imran[3]:49)..

Nabi Muhammad saw. pernah berpesan kepada para sahabatnya bila bertemu dengan Uwais al-Qarni, agar memintanya berdoa. Dia sorang pecinta Rasulullah saw, meski tidak pernah bertemu dengan Rasulullah saw., Dia juga bukan orang yang terkenal di bumi. Tapi Rasulullah saw, tahu penduduk langit sangat mengenal Uwais karena keshalihannya.

Sangat penting. doa orang lain untuk kita dan doa kita untuk orang lain. Kita sering merasa tak berdaya, tapi kita selalu dapat berdoa atau mendoakan. Berdoa untuk orang lain tidak sekadar merupakan kehormatan, melainkan kewajiban (Q.S. Al-Hasyr[59]:10). Bahkan untuk orang yang telah mendzalimi kita pun, sangat dianjurkan mendoakannya. Nabi mendoakan penduduk Thaif, padahal mereka dzalim kepada beliau.

Bila kita berdoa untuk orang lain dan yang memerlukan pertolongan, berarti kita mengembangkan pengharapan. Bila anak kita sakit, kita akan merasa lega jika dokter datang karena kita tahu bahwa ia dapat berbuat sesuatu untuk anak kita. Bila anak-anak atau keluarga kita jauh, kita ingin mendoakannya; sebab kita ingin Tuhan melakukan sesuatu yang mereka harapkan.

Bila kita mendoakan pemerintah mampu mengatasi persoalan rakyat, berarti kita menolong diri kita sebagai rakyat. Bila kita membawa seseorang yang membutuhkan pertolongan ke dalam ‘Tangan’ Tuhan, kita akan merasakan damai dalam hati, sebab berdoa untuk orang lain berarti menolong diri kita sendiri.

Pada masa sulit dalam kehidupan dan bencana silih berganti; doa merupakan dorongan semangat yang besar. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Juga tidak tahu doa siapa yang dikabulkan. Segala sesuatu dalam kuasaNya. Dan Tangan Tuhan bekerja untuk setiap hambaNya. Dia Yang memberi pengampunan dan jalan bagi hambaNya. Jika seseorang tahu bahwa orang-orang lain berdoa untuknya, maka ia mendapatkan penguatan dan dengan doa itu mungkin akan tertolong.

Sebagai wujud doa, seseorang yang mendoakan orang lain akan merasa tergerak untuk menunjukkan kepedulian, kasih sayang dan tindakan yang mungkin dapat mengubah keadaan orang yang didoakan. Bila pun hatinya tak tergerak, dengan doanya; niscaya Tuhan menggerakkan hati orang lain untuk peduli dengan orang yang kita doakan.


Kita perlu mendoakan orang lain yang lemah, sakit, kesulitan ekonomi, tertimpa musibah, tersesat dari jalan benar dan sebagainya. Doa-doa kita mungkin membawa kekuatan yang datang dari Allah untuk merubah keadaan orang yang kita doakan. Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit, lemah, sulit dan sebaginya. Tuhan akan menguatkan menguatkan mereka yang lemah dan membuka pintu-pintu kehidupan yang tertutup.
Oleh sebab itu, kita diajarkan saling mendoakan. Maka kita pun maklum, bila ada orang yang meminta didoakan oleh orang-orang shalih. Tentu mereka tidak bermaksud menyembah orang-orang shalih, namun sekadar meminta didoakan kepada Allah.
Kita tahu bahwa iman merupakan fondasi utama dari doa, tapi orang yang didoakan tidak selalu harus memiliki iman. Allah dapat menjawab doa karena iman orang yang mendoakan. Mendoakan orang lain; baik berada di hadapan kita maupun tidak, merupakan bentuk kasih sayang, kepedulian dan kebajikan. Maka, tak ada salahnya bila mendoakan dan minta doa orang lain.

Ada beberapa hal yang dapat membantu kita memahami pentingnya mendoakan orang lain.
Membuat ridha Tuhan.
Jika kita ingin memperoleh ridha Tuhan, maka sudah seharusnya kita mengasihi sesama hambaNya (Q.S. An-Nisa[4]:1; At-Taubat[9]:128; Al-Anbiya[21]:10)..
Meneladani Rasulullah saw. dan orang-orang shalih.

Nabi mengajarkan kita banyak doa, termasuk doa untuk orang lain; bahkan mendoakan orang dzalim. Maka beliau senantiasa mendoakan orang lain dan mengampuni orang yang bersalah kepadanya (Q.S.Ali Imran[3]:134, 159); Padahal beliau bisa saja dengan mudah mengutuknya. Namun beliau memilih berlapang dada dan mendoakan mereka (Q.S. An-Nisa[4]:13)..

Mendekatkan diri kepada Tuhan.
Allah murka kepada penduduk Shadum (Kaum Nabi Luth) yang sangat berdosa sehingga Dia hendak memusnahkan seluruh kota itu. Namun, Nabi Luth berdoa mohon keselamatan. Kemudian Allah mengabulkan dan menyelamatkan orang-orang yang beriman. (Q.S. Asy-Syu’ara[26]:169; Al-Ankabut[29]:30).
Meningkatkan kemampuan berempati.
Ketika kita merasa tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menolong sesama, maka ingatlah bahwa sebagai orang yang beriman, kita memiliki doa. Mungkin kita tidak mengerti sepenuhnya persoalan apa yang sedang dihadapi mereka, namun ketekunan dalam doa untuk mereka; akan membuat kita belajar bagaimana rasanya berada di posisi mereka yang sedang kesulitan dan terkena musibah. Dengan demikian, empati dan rasa persaudaraan kita terhadap sesama akan terus tumbuh (Q.S. An-Nisa’[4]:8, Al-Maidah[5]:2; Al-Hujarat[49]:10).

Saling meringankan beban.
Persoalan yang kita hadapi tidak akan selesai secara instan setelah didoakan. Namun Allah mampu menguatkan dan menghibur mereka yang kita doakan. Doa syukur akan menghapus perasaan iri, sedangkan doa keshabaran akan menghibur hati. Apalagi, bila kita benar-benar kuasa meringankan beban mereka niscaya Allah akan meringankan beban di akhirat (HR. Muslim).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata : “Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan”. (HR Muslim).

Maka, meskipun kita tidak tampak (ghaib) dari orang yang kita doakan, namun niscaya tetap mendapatkan keutamaan doa tersebut. Oleh sebab itu, banyak orang tatkala berdoa untuk diri sendiri, mereka menyertakan orang lain dalam doa tersebut.. Doa yang tak diketahui oleh mereka yang didoakan; niscaya lebih tulus, sebab terhindar dari riya’ dan sum’ah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *