Virtual Tourism Solusi Berwisata Saat Pandemi

by -282 views

WONOSOBOZONE.COM – Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Wonosobo selain dari sektor perkebunan. Sektor pariwisata merupakan salah satu daya tarik utama wisatawan untuk datang ke Kabupaten Wonosobo.

Berbagai destinasi wisata di Kabupaten Wonosobo merupakan destinasi alam yang ramah lingkungan. Diantaranya ada Dieng Plateu, Kawah Sikidang, Bukit Sikunir, lalu ada berbagai gunung di Kabupaten Wonosobo seperti : Gunung Prau, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan lain-lain. Selain itu ada juga wisata sejarah seperti Candi Bima, Candi Arjuna, dan Candi Bogang.

Beberapa bulan yang lalu ketika awal adanya pandemi sempat membuat sektor pariwisata mengalami lumpuh total. Namun, dipenghujung tahun 2020 ini pariwisata mulai berbenah dan bangkit kembali. Tidak hanya itu, Kemenparekraf sebagai penggerak laju pariwisata di Indonesia memberikan solusi dan inovasi dalam sektor pariwisata di saat pandemi.

Melalui siaran pers pada tanggal 23, juni 2020 kemarin, Wishnutama Kusbandio selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mulai mengizinkan pembukaan kembali destinasi pariwisata dengan menerapkan protokol kesehatan. Kawasan pariwisata yang direncanakan akan dibuka secara bertahap terdiri dari kawasan wisata bahari, kawasan konservasi perairan, kawasan wisata petualangan, taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, suaka marga satwa, dan geopark.

Tidak hanya itu, Mereka juga membuat suatu inovasi bagi para traveller untuk melakukan Virtual Tourism. Virtual Tourism merupakan inovasi cara berwisata baru untuk menikmati sebuah destinasi wisata tanpa perlu kita berkunjung ke destinasi wisata yang ingin kita tuju.

Melalui Virtual Tourism kita tidak akan bersentuhan secara langsung dengan pengunjung lain karena Virtual Tourism dilakukan secara daring melalui perangkat gawai masing-masing. Kemenparekraf mulai melakukan Virtual Tourism secara rutin sejak bulan april 2020. Platform yang digunakan oleh Kemenparekraf diantaranya ada youtube dan juga zoom.

Tema dan juga tujuan destinasi wisata tiap episode berbeda sehingga membuat para penonton terhibur dan seolah-olah dapat berkeliling di Indonesia melalui gawai masing-masing. Di tiap episodenya, Kemenparekraf mengajak dan mengundang warga lokal, pengelola, dan juga dinas pariwisata di destinasi yang sedang dibahas. Virtual Tourism juga bukan hanya wisatawan domestik tetapi juga untuk wisatawan mancanegara.

Melalui Virtual Tourism, Indonesia bisa mempromosikan dan mengenalkan keindahan destinasi wisatanya ke seleuruh dunia. Program Virtual Tourism ini sebenarnya sudah direncanakan sejak beberapa tahun yang lalu, namun pengembangan pelaksanaanya masih terkendala oleh infrastruktur yang saat itu belum begitu memadai. Kemenparekraf menargetkan 10 Destinasi Wisata Bali Baru menjadi prioritas utama bagi penyumbang devisa negara dalam bidang pariwisata.

Namun, kemenparekraf juga berharap agar dinas pariwisata daerah di seluruh wilayah Indonesia ikut mempromosikan destinasi wisata daerahnya melalui Virtual Tourism. Berbagai daerah tujuan wisata seperti Wonosobo memiliki potensi besar dalam mengadakan Virtual Tourism guna meningkatkan kunjungan wisatawan di tahun 2021 mendatang. Berbagai Infrastruktur harus dipersiapkan guna menunjang kegiatan Virtual Tourism ini.

Apabila Virtual Tourism ini berhasil dilaksanakan pastinya daerah tersebut mampu menarik wisatawan lebih banyak di tahun depan. Bukan hanya peran pemerintah atau dinas pariwisata saja yang dibutuhkan dalam memulihkan sektor pariwisata melalui Virtual Tourism, masyarakat, investor, media, dan pengelola juga perlu dilibatkan dalam melaksanakan Virtual Tourism ini.

Melalui Virtual Tourism ini Kemenparekraf berharap seusai pandemi sektor pariwisata mampu bangkit dan juga mampu mengajak wisatawan mancanegara untuk kembali berkunjung ke Indonesia di tahun 2021. Selain itu, berbagai daerah juga harus meningkatkan promosi dan juga memperbaiki infrastruktur penunjang kegiatan pariwisata agar sektor pariwisata nasional dan daerah mampu bangkit. (why)

Ditulis oleh : Agil Murgiono, Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Prodi Bisnis Perjalanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *