40 Eks Buruh Migran Ikuti Pelatihan Digital Enterpreneurship

by -134 views

WONOSOBOZONE.COM – Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan digital entrepreneurship bagi para eks Pekerja Migran dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Wonosobo.

Pelatihan yang digelar selama 2 hari, mulai Selasa (10/11/2020) di Ballroom Hotel Dafam Wonosobo tersebut menjadi bagian nyata dari wujud dukungan Kementerian Kominfo terhadap Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI).

Upaya kami adalah untuk turut berperan dalam mendukung Wonosobo menyiapkan talenta digital di bidang pemasaran, khususnya para pelaku UMKM lokal agar skill mereka semakin meningkat,” tutur Kepala BPSDMP Kominfo Jogja, Zulkarnain ketika ditemui di sela pelatihan hari kedua, Rabu (11/11/2020).

Pihaknya, diakui Zulkarnain, menjalin kerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto untuk materi pelatihan, dan juga menghadirkan langsung Sekretaris Daerah, One Andang Wardoyo sebagai pemateri. Meski digelar dengan tatap muka, para peserta pelatihan disebut Zulkarnain diwajibkan menerapkan protokol Kesehatan ketat, seperti telah lolos uji cepat (Rapid Test) COVID-19, mengenakan masker sepanjang mengikuti kegiatan, serta menyiapkan perlengkapan cuci tangan berupa hand sanitizer.

Harapan kami tentu selama pelatihan selama tatap muka ini semua tetap aman dan tidak ada potensi penularan virus corona yang muncul sehingga para peserta segera mampu menerapkan materi-materi yang didapatkan pada usaha mereka,” lanjutnya.

Tujuan utama dari pelatihan itu sendiri, menurut Zul adalah para eks buruh migran dari berbagai wilayah di Wonosobo yang telah memiliki modal dasar yang kuat wira usaha agar bisa mengembangkan inovasi usaha dengan pemanfaatan TIK, terutama kewirausahaan digital.

Pelatihan ini menjadi bagian dari Program Digital Entrepreneurship Academy (DEA) Digital Talent Scholarship 2020 Kemenkominfo untuk fasilitasi kepada pelaku UMKM atau yang akan memulai usaha, agar bisa memanfaatkan TIK untuk keberlangsungan dan pengembangan usaha masing-masing,” bebernya lebih lanjut.

Selama dua hari, Zul juga menyebut bahwa materi pelatihan benar-benar dirancang untuk membekali sumberdaya manusia, terutama eks Pekerja Migran agar bisa memanfaatkan teknologi informasi agar siap memasuki industri 4.0.

Setiap peserta pelatihan, diberikan materi serta praktik bagaimana membuat Business Model Canvas , Creative Content, Membuat Blog Berbasis WordPress, SEO dan Google Bisnis, FB dan Instagram Ads, juga E-Commerce secara berkelompok sehingga mereka diharapkan benar-benar mampu meningkatkan promosi dan pemasaran produknya,” tandasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah, One Andang Wardoyo saat ditemui usai menyampaikan materi pelatihan mengaku sangat mengapresiasi adanya inisiatif Kemenkominfo RI yang bersedia memberikan fasilitasi berupa pelatihan digital entrepreneur kepada para pelaku usaha, utamanya dari eks buruh migran Wonosobo.

“Kami menilai memang saat ini sudah waktunya semua pelaku usaha, termasuk UMKM berbenah, terutama untuk dapat menembus persaingan global, salah satunya dengan menguasai teknologi pemasaran digital seperti yang diberikan oleh BPSDMP Kemenkominfo ini,” terangnya.

Dengan memiliki keterampilan memadai dalam bidang pemasaran digital, ia meyakini para pelaku usaha, khususnya eks Buruh Migran Wonosobo akan mampu bangkit di tengah pandemic COVID-19 yang masih berlangsung saat ini. (why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *