Optimalisasi Pemanfaatan Biji Carica Sebagai Pangan Fungsional Sumber Antioksidan

by -168 views

WONOSOBOZONE.COM – Universitas Jenderal Soedirman melalui Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) Tahun 2020 dari KEMENRISTEK-BIN telah berhasil melaksanakan diseminasi dan alih teknologi, pelatihan, dan pendampingan produksi serbuk minuman tinggi antioksidan dari biji buah carica (Carica pubescens, Lenne & Koch) kepada UKM olahan carica di Kabupaten Wonosobo, khususnya yaitu UD. Podang Mas dan KUB Berkah Mandiri.

Seperti yang di ketahui bersama, buah carica merupakan komoditas unggulan dataran tinggi dieng. Buah ini kaya vitamin C, kalium, serat pangan, dan antioksidan. Buah carica hanya bisa dikonsumsi setelah diolah. Sebagian besar olahan buah carica yang dibuat oleh UKM adalah dalam bentuk koktail atau buah dalam larutan sirup. Pada pengolahan koktail carica, dihasilkan limbah berupa pulp yang mengandung biji. Biji carica kaya antioksidan, namun rasanya pahit dan sepat.

Proses fermentasi menggunakan inokulum komersial yang mengandung Rhizopus oligosporus selama 3 hari mampu mereduksi senyawa pahit dan sepat biji carica, sekaligus meningkatkan kandungan antioksidannya.

Informasi yang diperoleh dari masyarakat Dieng bahwa biji carica akan menyebabkan masalah pencernaan (sulit BAB) jika dikonsumsi terus menerus setiap hari. Namun ternyata, setelah diolah melalui proses perendaman, pengukusan, fermentasi, inaktivasi enzim, pengeringan, penyangraian, dan penggilingan, serbuk biji carica yang dikonsumsi selama 1 minggu berturut-turut, tidak menyebabkan kesulitan BAB.

Proses fermentasi ternyata mampu menguraikan senyawa penyebab sulit BAB meskipun penelitian terkait hal ini perlu untuk dikaji lebih lanjut,” ungkap Dr. Santi Dwi Astuti, STP., M.Si. selaku inovator dari produk baru ini.

Kegiatan PPPUD yang dilaksanakan di masa pandemi covid-19, ternyata tidak menyurutkan semangat tim yang terdiri dari Dr. Sri Lestari, SE., MSi, Erminawati, PhD, dan Ir. Sri Widarni, M.Si. Program dilaksanakan secara online dan offline. Kegiatan online yang dilaksanakan berupa diseminasi dan alih teknologi produksi serbuk minuman biji carica melalui tutorial yang disampaikan lewat bincang teknologi online (https://www.youtube.com/watch?v=PwAknEXkoyE&t=2553s) dan video cara pembuatan produk yang di unggah di Youtube (https://www.youtube.com/watch?v=6T0GxAPFIZ4&t=17s).

Dr. Santi menambahkan, kegiatan offline yang dilaksanakan berupa pendampingan cara pembuatan produk baru untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan. Dalam program ini, selain diberikan teknologi tentang cara pembuatan serbuk minuman biji carica, tim juga memberikan peralatan untuk mendukung kontinuitas produksi produk baru. Selain itu, tim juga melaksanakan pendampingan pengelolaan usaha UKM.

Dr. Santi menjelaskan bahwa produk baru yang dihasilkan harus siap jual, telah di verifikasi dan di validasi formula dan proses pembuatannya pada skala UKM, dilengkapi dengan spesifikasi mutu serta informasi gizi. Kami juga merekomendasikan tentang jenis kemasan dan desain label serta melengkapi kebutuhan promosi dan penjualan produk baru dengan data umur simpan dan hasil uji penerimaan atau kesukaan konsumen.

Lebih lanjut Sri Lestari, SE, MSi menambahkan bahwa program PPPUD ini dilaksanakan untuk meningkatkan daya saing UKM Olahan carica di Wonosobo. Program yang bersifat kompetitif nasional ini rencananya akan dilaksanakan hingga Tahun 2022.

Sebagai mitra kegiatan, kami UKM carica amat sangat terbantu dalam hal informasi teknologi terkini, bantuan peralatan produksi, dan pendampingan pengelolaan usaha. Semoga program yang sangat besar manfaatnya buat kami ini dapat berkelanjutan,” Ungkap Rum Wikaningtyas dan Wekso Pribiantoro, pemilik UD. Podang Mas dan ketua KUB Berkah Mandiri yang sekaligus merupakan ketua Kluster Carica dan ketua Kelompok MPIG di Kabupaten Wonosobo. (why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *