Sisakan Sedikit Sakit

by -253 views

WONOSOBOZONE.COM – Di dunia ini ada rasa sakit dan penyakit. Seberapa besar upaya untuk melenyapkan penyakit, kita tetap jatuh sakit. Tak seorangpun yang mengalami kesehatan sempurna di dunia ini. Kita hanya bisa menghilangkan rasa sakit dan menikmati kesehatan yang sempurna jika berada di surga. Allah melenyapkan rasa sakit, penyakit dan kematian di dalam surga.

Saat sakit, ada yang menganjurkan penyembuhan rohani atau perawatan medis. Ada yang mengutamakan memilih perawatan rohani (penyembuhan iman) daripada medis. Bahkan ada yang menyerah total terhadap penyakit. “Sakit atau sehat tokh akhirnya mati,” demikian ucapnya. Namun, betapapun seseorang yang sangat meyakini bahwa Allah yang melenyapkan sakit; akan tetapi seseorang yang sakit membutuhkan dokter.

Hal itu tergantung penyakitnya. Jika penyakit fisik, tentu pengobatannya adalah medis. Allah mengizinkan para dokter bekerja dan menjadi perantara kesembuhan. Melaui dokter Allah kuasa Allah nyata dalam berbagai anugerah pengobatan dan kesembuhan. Allah tidak melarang penggunaan tanaman obat dan perawatan kesehatan lainnya. Maka, hal yang masuk akal dilakukan saat sakit adalah segera mencari perawatan kesehatan yang cocok..

Betul ; bahwa yang menyembuhkan sakit adalah Allah (Q.S. Asy-Syu’ara[26] ::80) ; tetapi jangan berpandangan picik dan mengatakan bahwa timbulnya penyakit merupakan akibat dari dosa, sehingga penderitanya tidak memerlukan dokter. Atau selalu mengaitkan bahwa penyakit adalah semata-mata akibat dosa kepada Tuhan, oleh sebab itu serahkan saja kepada Tuhan.

Kurang lebih mereka akan mengatakan, “Jika sakit, jangan berurusan dengan dokter. Duduk saja, tengadahkan tangan dan berdoa. Mintalah Allah menyembuhkannya. Manusia tak mampu apa-apa. Hanya Allah yang menyembuhkannya. Jangan minta kesembuhan kepada selain Allah. Sebab meminta kepada selain Allah sama dengan menduakan Allah.” Atau mencibir bahwa segala hal yang terkait dengan aturan kesehatan percuma saja, dengan alasan Kuasa Allah di atas segala-galanya..

Faktanya, orang yang sangat dekat dengan Tuhan pun menanggung rasa sakit dan penyakit. Dalam kisah kenabian ; Nabi Ayub sakit, Nabi Muhammad sakit, para sahabat Nabi juga mengalami sakit seperti misalnya Abu Bakar, Amir bin Fuhairah, Bilal dan Uwais al-Qarni. Bahkan di antaranya wafat karena wabah seperti misalnya Muaz bin Jabal, Suhail bin Amr, Syurahbil bin Hasanah, Abu Jandal bin Suhail dan puluhab sahabat lainnya.

Kita tentu percaya Allah menyembuhkan segala penyakit. Dahulu, sekarang dan selamanya kekuasaanNya tetap berlangsung dan berlaku. Namun kita tidak dengan picik menolak kedokteran. Dahulu, Hawa berusaha mencari dedaunan sebagai obat untuk kekasihnya Adam, yang sakit. Apakah Hawa tidak bisa meminta langsung Tuhan menyembuhkan ? Apakah Tuhan tidak mampu menyembuhkan seketika ?.
Jika kita menjadi orang yang picik, menolak ilmu kedokteran dan kemajuan ilmu pengetahuan; berarti kita menghina Allah.

Sebab seluruh ilmun pengetahuan dan kemajuan di bidang kedokteran merupakan anugerah Allah. Maka jika seseorang berpandangan picik, menampilkan sikap keliru dan pasrah atau menolak medis dengan alasan iman;  justru secara tidak langsung dia menghina Allah.

Allah mengajarkan nama-nama benda/materi alamiah (Q.S.Al-Baqarah[2]:31-33), kemudian dia cermati apa manfaat dari obyek alam untuk kehidupannya. Segala ciptaanNya berguna bagi manusia (Q.S.Ali Imran[3]:191). Allah tidak menjadikan apapun yang ada di langit dan bumi ini sia-sia (Q.S. Shad[38]:27). Maka Allah biarkan manusia bepikir mencari solusi atas permasalahan hidupnya.

Orang sakit memerlukan tabib (dokter). Sangat tidak masuk akal jika di jaman yang serba canggih ini masih ada orang mengatakan bahwa kita tidak perlu berurusan dengan dokter dengan dalih Tuhan akan menyembuhkan penyakit kita. Sehingga kita tidak mau belajar dengan serius dari anugerah kesembuhan melalui tangan-tangan ahlinya (dokter). Sekali lagi, sikap seperti ini merupakan kesalahan fatal dan penghinaan terhadap Allah Sikap ini juga menunjukkan tidak menghargai ciptaan-ciptaan Allah yang sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia, termasuk untuk pengobatan atau mengatasi suatu penyakit.

Memang, rasa sakit dan penyakit mendatangkan duka cita, tetapi kita akhirnya bersuka cita dan mengerti. Itulah teguran dan didikan Tuhan. Seorang ayah yang mencintai anak-anaknya akan memberi teguran dan pendidikan. Demikian pula Tuhan mengatakan bahwa dia sangat mengasihi dan menyayagi hambaNya; maka dia akan ‘menghajar’ hambaNya. Oleh sebab itu terkadang kita mengalami kesusuhan dan ganjaran yang sulit dalam bentuk penyakit atau musibah.

Memang, rasa sakit dan penyakit mendatangkan duka cita, tetapi kita akhirnya bersuka cita dan mengerti. Itulah teguran dan didikan Tuhan. Seorang ayah yang mencintai anak-anaknya akan memberi teguran dan pendidikan. Demikian pula Tuhan mengatakan bahwa dia sangat mengasihi dan menyayagi hambaNya; maka dia akan ‘menghajar’ hambaNya. Oleh sebab itu terkadang kita mengalami kesusuhan dan ganjaran yang sulit dalam bentuk penyakit atau musibah.

Terkadang, meskipun kita telah berdoa agar sakit itu lepas, namun Tuhan membiarkan nya untuk beberapa saat. Lalu apa gunanya rasa sakit dan penyakit itu? Untuk kebaikan seseorang. Adanya rasa sakit dan penyakit  untuk kebaikan. Oleh sebab itu kita harus memahami kelemahan dan kuasa Allah dalam diri kita. Jangan kita terjebak pada pemikiran yang picik mengenai rasa sakit dan penyakit. Akan tetapi berobatlah dan biarlah kasih sayang Allah membuat kita betul-betul mengerti apa yang sedang Dia kerjakan.

Kalau sedang sakit, berdoalah, berobatlah dan evaluasi diri baik-baik. Kemudian kita ambil kesimpulan secara tepat sehingga kita dapat memahami kehendak Allah dalam hidup kita. Dengan jalan demikianlah kita dapat memahami betapa indah dan manisnya merasakan kekuasanaNya dalam kesehatan. Bahkan bila perlu, biarkanlah sedikit sakit tersisa membekas, agar kita selalu memahami karunia sehat. Supaya kita syukur dan mengerti betapa indahnya kesehatan; betapa kayanya kita dalam kesehatan.

Allah Maha Baik, dan penuh kasih sayang. Allah tidak menghendaki hamba-Nya menderita. bagaikan seorang ayah mengasihi dan menyayangi anaknya, demikianlah Allah mengasihi dan menyayangi kita. Betapa bersyukur dan berbahagianya kita memiliki Allah. Dia akan memberi anugerah yang sempurna; tanpa penyakit dan kematian di surga. Dia akan memberi kesehatan yang sempurna di surga.

Jika Tuhan begitu banyak memberi anugerah di dunia, dan menjanjikan anugerah kesehatan yang sempurna di surga; rasa-rasanya wajar bila Tuhan juga menegur dan mendidik kita dengan rasa sakit dan penyakit, supaya kita fokus pada kesehatan yang sempurna di surga. Dan supaya kita semakin memahami betapa indahnya kesehatan. Semoga Allah karuniakan sehat wal ‘afiyat kepada kita.

Oleh H. Wajihudin Al-Hafeez, MSPA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *