KIPRAH TIM LAYANAN HUSNUL KHOTIMAH: PAHLAWAN PEMUTUS RANTAI PENULARAN COVID-19

by -206 views

WONOSOBOZONE.COM – Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo membuat layanan baru dengan sebutan “Layanan Husnul Khotimah”. Layanan baru tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat Wonosobo dan sekitarnya dalam hal melakukan pemulasaran dan pemakaman jenazah sesuai dengan keyakinan Islam. Layanan tersebut juga di khususkan bagi pasien dengan kondisi khusus, dalam tanda kutip ada penyakit tertentu yang bisa menularkan, sehingga menimbulkan keresahan bagi keluarga atau masyarakat untuk melakukan proses pemulasaran dan pemakaman secara mandiri (karena takut tertular).

Ketua Tim Layanan Husnul Khotimah RS PKU Muhammadiyah Wonosobo Nur Hadi Rianto mengungkapkan, di era pandemi Covid-19 layanan husnul khotimah bisa diberikan pada pasien probable dan pasien terkonfirmasi Covid-19. Tujuannya jelas, untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Tim Layanan Husnul Khotimah RS PKU Muhammadiyah Wonosobo juga pernah melakukan pemulasaran dan pemakaman pasien Covid19 ke dua yang meninggal di Wonosobo dan untuk pertama kalinya pasien Covid19 yang dimakamkan oleh tim saat itu,” terang Nur Hadi.

Tim layanan husnul khotimah disebut Nur Hadi Rianto berasal dari lintas unit di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo sesuai bidang dan kapasitas masing – masing. Tim terdiri dari Pembimbing rohani, Komite PPI (Pengendalian dan Pencegahan Infeksi), Ruang Jenazah, Driver dan Umum yang semuanya telah dibekali pelatihan khusus untuk menunjang layanan husnul Khotimah.

Tim juga telah dibekali APD yang lengkap. Tim pelaksana juga sudah dilakukan pelatihan In House Training untuk pemulasaran pasien khusus. Semenjak Covid-19 tim juga sudah dilakukan pelatihan In House Training Pemulasaran dan Pemakaman sesuai dengan Protokol Covid-19,” imbuhnya.

layanan ini menurut Nur Hadi juga terbuka untuk umum dan layanan yang bersifat universal untuk semua golongan. “Karena sebenarnya, Tim membantu masyarakat untuk memutus rantai penularan, sehingga tidak diperuntukkan hanya untuk pasien yang dirawat dan meninggal di RS PKU. Tim ini pernah melayani pasien dari RS lain di Wonosobo dan luar kota, seperti Jogja, Semarang dan Temanggung,” ungkapnya lebih lanjut.

Berbagai tantangan pun kerap dialami oleh Nur Hadi dan Tim, mengingat pasien yang dimakamkan sesuai protokol Covid-19 tidak hanya pasien yang telah terkonfirmasi positif covid-19, namun juga pasien probable dimana hasil swab nya belum keluar pada saat pasien meninggal.

Yang jadi tantangan yaitu ketika mengedukasi keluarga bahwa pasien tsb harus dimakamkan sesuai dengan protocol covid-19.
Keluarga yang dirumah kadang tidak satu suara, sehingga muncul kalimat – kalimat yang tidak enak didengar ketika proses pemakaman, tapi insyaAllah Tim tidak terpengaruh,”
ujarnya.

Nur Hadi menegaskan, Layanan ini gratis untuk umum, apalagi di saat pandemi seperti ini.
Awal dibentuknya layanan husnul khotimah ini (sebelum pandemi covid19) sebenarnya diniatkan untuk memberikan layanan pemulasaran hingga pemakaman bagi kaum duafa secara gratis. Karena itu pada saat pandemi covid19 seperti saat ini, kami tetap menggratiskan layanan tersebut untuk semua kalangan. Tim layanan husnul khotimah ini bekerja sama dengan LazisMU Wonosobo kantor layanan PKU,” pungkasnya. (ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *