Bangun Jalan, TMMD Di Kwadungan Hemat Jarak Tempuh Sekitar 1500 M

by -152 views

WONOSOBOZONE.COM – Pelaksanaan TMMD tahap III tahun 2020 Kodim 0707/Wonosobo bertempat di Desa Kwadungan kalikajar.  Sasaran utama program TMMD adalah pengerasan jalan sepanjang 672 meter dengan lebar 4 meter menghubungkan Dusun Banyurip dengan Dusun Ngaglik Desa Kwadungan. Sehingga menghemat jarak tempuh kurang lebih 1.500 M.

Danramil 07/Kalikajar sekaligus Dansatgas TMMD Kapten Inf Panut menyampaikan sampai saat ini pengerjaan TMMD terus dikebut dengan mengerahkan semua masyarakat Desa Kwadungan yang digilir setiap harinya. Masyarakat sangat mendambakan adanya jalan ini. Terbukti setiap harinya yang ikut kerja bakti jumlahnya sangat banyak sehingga saat ini dari target sudah mencapai 240 meter (34 %).  Sehingga diperkirakan sebelum penutupan sudah selesai.

Lebih lanjut disampaikan jika jalan ini jadi akan menjadi jalan alternatif bagi kedua dusun tersebut.  Manfaat yang lain adalah dengan adanya jalan diperkeras 4 meter yang dulunya hanya jalan setapak tidak bisa dilalui kendaraan roda dua. Jika selesai nanti bisa dilalui oleh kendaraan roda 4.  Sehingga memudahkan untuk mengangkut hasil pertanian (sayur sayuran).

Dengan adanya jalan tersebut secara otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakakat sekitar dan pengguna jalan lainnya, yaitu dahulu dalam pengangkutan hasil pertanian menggunakan tenaga manusia sekarang bisa menggunakan kendaraan roda 4 sehingga bisa membawa lebih banyak, lebih cepat. Itu semua menghemat biaya produksi. Dari sisi pertahanan keamanan itu juga menguntungkan yaitu memudahkan pergeseran pasukan jika terjadi sesuatu masalah keamanan.

Sementara itu, Kades Kwadungan Subagyo mengucapkan banyak terima kasih kepada Kodim 0707/Wonosobo yang telah mempercayakan pelaksanana TMMD Sengkuyung tahap III ini di desanya.

Itu sebuah penghargaan tersendiri bagi kami sebab tidak semua desa bisa ketempatan TMMD,” ujarnya.

Menurutnya dengan adanya TMMD masyarakat sangat mendukung, mereka semangat sekali melaksanakan kerja gorong royong dengan para anggota TNI.  “Dahulu melihat anggota TNI agak takut sekarang mereka menjadi akrab dan salut. Ternyata TNI mau bekerja kasar seperti mengangkat batu, membelah dan menatanya,” pungkasnya. (why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *