Karnaval Surga

by -408 views

WONOSOBOZONE.COM – “Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”. (TQS. Az-Zumar[39]:73).

Orang-orang yang bertakwa akan diantar ke dalam surga Allah secara berombongan, yaitu berkelompok-kelompok. Mereka adalah orang-orang yang menaati perintahNya, menjalankan kewajiban yang dibebankan kepadaNya dan menjauhi laranganNya serta senantiasa memohon ampunanNya. Mereka ikhlash beribadah hanya menaati perintah Allah. Tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun dalam ibadah. Mereka memposisikan diri hanya sebagai hamba Allah.

Kelompok-kelompok tersebut adalah golongan yang senantiasa mendekat kepada Allah (ahlut-taqarrub); golongan yang melakukan kebaikan dan kebajikan (al-abrar); orang-orang yang mengiringinya, kelompok pengiring berikutnya dan seterusnya. Semua kelompok bersama dengan orang yang memiliki derajat setara dengannya.

Semua kelompok bersama dengan kelompoknya. Setiap kelompok satu sama lain berada dalam satu derajat. Para nabi bersama para nabi, golongan orang-orang yang meyakini Allah dan rasulNya bersama dengan sesama mereka. Para ulama bersama dengan yang segolongan dengan mereka.

Kelompok-kelompok tersebut ibarat klub barisan yang berjalan berurutan dalam sebuah karnaval. Dalam kelompok manakah kita ? Apakah kita hanya sebagai kelompok pengiring yang paling belakang ? Ibarat karnaval, kita berada di kelompok urutan nomor keberapa ? Apakah kita termasuk dalam kelompok yang ikut karnaval ke surga ?

Kita tidak tahu pasti. Allah Yang menentukan kelompok setelah melalui kalkulasi amal, timbangan dan penghakiman. Tak seorang pun bisa memastikan diri masuk surga dan berada dalam golongan mana. Surga bukan milik kita, tetapi milik Allah. Maka hanya kepada Allah kita berharap dibukakan pintu surga. Tidak peduli dari pintu atau jendela manapun; yang penting Allah panggil kita untuk masuk surga. Bahkan bila harus masuk melalui celah pun, tidak mengapa.

Kita juga tidak tahu amal apa yang menjadi tangga menuju surga. Bila kita mengira amal sudah terkumpul banyak; itu hanya perkiraan. Padahal amal-amal itu di sisi Allah bagaikan debu di atas batu yang hanyut oleh sapuan hujan. Kita mengira akan panen pahala, namun ternyata disapu oleh angin kesombongan dan hangus oleh api kebanggan. Kita mengira memiliki simpanan kebaikan yang banyak, ternyata di sisi Allah bagaikan kapas yang ditiup angin.

Allah perintahkan kita beribadah. Itu saja. Kita benar-benar tidak tahu, ibadah atau amal apa yang diterima Allah. Bahkan, kalaupun kita mampu beribadah atau beramal, tiada lain karena pertolongan Allah. Jadi, tak perlu menghitung-hitung amal kita. Kalau terus menerus dihitung, bisa jadi kita malu. Ternyata kosong melompong. Kita bangkrut sebab dengki, dzalim, sombong dan bangga diri.

Maka, sekiranya kita menjadi debu yang menempel pada jubah nabi, wali, shiddiqin, mukhlashin dan shalihin penduduk surga; ini pun luar biasa. Mereka adalah golongan yang dipercepat masuk surga. Bila kita tidak menempel pada mereka, berapa lama harus menunggu ?. Perbandingan waktu dunia dan akhirat adalah 1 (satu) hari akhirat = 1000 tahun dunia (Q.S. Al-Hajj[22]:47). Bagaimana bila kita menunggu giliran masuk surga sehari saja karena berada di barisan paling belakang ?. Setengah jam saja menunggu kehadiran seseorang, terasa sangat lama. Saat menunggu, keadaan pun terasa sangat berat. Beruntung dalam penantian, kita bisa numpang berteduh di pohon surgawi yang ditanam oleh para kekasih Allah.

Kita tentu berharap masuk surga dan ikut rombongan yang dipercepat masuk ke dalamnya. Kalau tidak ? Hadeuh. Dunia ini hanya setetes kenikmatan surga yang seluas langit dan bumi (Q.S. Ali Imran[3]:134). Semua hal yang tidak diperoleh di dunia, hanya diperoleh di akhirat. Misalnya. Bila anda sangat mencintai seseorang, namun tidak bisa bersama-sama menikmati keindahan dunia; maka satu-satunya harapan adalah dipertemukan di dalam surga.

Di surga bisa mengutarakan sayang, rindu dan cinta sekehendak hati tanpa ada rasa takut, terombang-ambing antara senyuman dan tangisan sang kekasih di dunia. Anda bisa ngobrol sepuasnya tanpa henti dengan kekasih yang selama di dunia hanya jadi bayangan. Anda bisa saling bergurau dengan kalimat-kalimat suci, saling bercerita, tiada benci dan sakit hati. Duduk-duduk santai dan rebahan seeraya menikmati karunia Tuhan (Q.S. Yasin[36]:54-57; Yunus[10]:10; Maryam[19]:62; Ash-Shaffat[37]:50-60; Ath-Thur[52]:25-28; Al-Mudatsir[56]:40).

Di surga, anda bisa memperoleh ganti semua hal yang hilang dan tak bisa di dapatkan di dunia. Itulah sebabnya, bila orang yang beriman dan beramal shalih mati disebut wafat. Artinya ; Allah memberi dan memenuhi semua janjiNya..Allah memberi semua balasan atas semua yang dilakukannya. Allah akan memulihkan kemudaan tangan yang keriput dan ceriakan wajah-wajah yang menggurat renta dengan kelembutan kasih sayangNya (Q.S. An-Naba’[78] :40 ; Alqiyamah[75] :22 ; ‘Abasa[80] :38.,Al-Gahsyiah[88] :8}

Oleh H. Wajihudin Al-Hafeez, MSPA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *