, , ,

Protokol Kesehatan Di Pondok Pesantren Dipantau

by -122 views

WONOSOBOZONE.COM – Penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) di sejumlah Pondok Pesantren dan lingkungan pendidikan di wilayah Leksono, dipantau tim Gabungan Gugus Tugas COVID 19 Kabupaten, Rabu (30/9/2020). Dari hasil pemantauan tersebut, tim menyimpulkan sejumlah ketentuan perihal penerapan Prokes telah berjalan, meski masih perlu penyempurnaan.

Camat Leksono, Bambang WEN yang turut dalam monitoring bersama Tim Gugus Tugas Pencegahan COVID 19 Kabupaten Wonosobo, mengakui tingkat kesadaran kalangan pendidikan maupun Ponpes di wilayahnya sudah cukup bagus.

“Untuk kegiatan belajar mengajar di lingkup pendidikan formal masih berlangsung secara Daring (Online), dan para guru yang tetap berada di sekolah juga menjalankan 3M, yaitu Mengenakan masker, mencuci tangan teratur dan menerapkan jaga jarak interaksi,” tuturnya di sela monitoring di SMP Negeri 1 Leksono.

Sementara bagi Pondok Pesantren yang telah menerapkan pembelajaran tatap muka, Bambang menyebut mereka telah mematuhi Protokol Kesehatan sesuai Perbup Nomor 38 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan baru (AKB) secara memadai.

“Yang perlu perbaikan ada, namun tidak terlalu banyak, seperti meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun maupun hand sanitizer secara teratur,” lanjutnya.

Selain di Leksono, pemantauan terhadap kegiatan belajar mengajar di lingkungan lembaga pendidikan juga digelar Satgas COVID 19 Kecamatan Watumalang. Sekretaris Camat Watumalang, Amir Ma’ruf menjelaskan upaya sosialisasi protokol kesehatan oleh petugas dari Satgas Kecamatan digelar di Madrasah Aliyah Al Ghozali, Desa Bumiroso. Melalui sosialisasi dan edukasi kepada siswa-siswi dan para guru pengajar, ia menekankan pentingnya mencegah penyebaran COVID 19 di lingkungan pendidikan, demi  menghindari munculnya klaster baru yang bisa membahayakan keselamatan jiwa.

“Tetap patuhi Protokol Kesehatan dengan sadar bermasker, disiplin mencuci tangan menggunakan sabun, serta jaga jarak aman saat berinteraksi dengan teman-teman,” tandasnya.

Sementara, di wilayah Sapuran, Tim Gabungan Satgas COVID Kecamatan setempat juga masih berupaya menggugah kesadaran warga masyarakat untuk mematuhi Protokol Kesehatan, dengan operasi masker di kawasan alun-alun dan Pasar.

“Untuk operasi Penegakan Protokol Kesehatan kami masih terus intensif demi menanamkam kesadaran dan pemahaman pentingnya melindungi diri dan keluarga dari paparan virus Corona,” terang Sekcam Sapuran Priswanto Wahyu Nugroho saat dihubungi via telpon.

Di wilayah Kecamatan Sapuran, Priswanto menyebut warga terpapar COVID 19 mencapai 21 orang, dimana 13 orang telah dinyatakan sembuh, 6 orang masih dalam perawatan dan 2 lainnya meninggal dunia. (why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *