Tren Kenaikan Kasus Positif Covid-19 Semakin Memperihatikan

by -1,072 views

WONOSOBOZONE.COM – Jumlah akumulasi warga terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Wonosobo, sampai pada Senin (28/9/2020) telah mencapai 554 kasus, dengan rincian 352 sembuh, 189 dalam masih perawatan, dan 13 lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Pertambahan massif terjadi dalam dua pekan terakhir, atau mulai Minggu ke 38 hingga akhir Minggu ke 39, yaitu mencapai 145 kasus, dengan tambahan kasus meninggal sebanyak 8 orang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, sekaligus Juru Bicara COVID-19 Kabupaten, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, DR Jaelan membenarkan tren kenaikan kasus COVID 19 di Kabupaten Wonosobo selama Minggu ke-38 dan 39 memang menampakkan jumlah yang memprihatinkan.

Benar, bahwa selama 2 Minggu terakhir peningkatan penemuan kasus penyakit berat bahkan hingga menyebabkan meninggal dunia memang layak untuk menjadi perhatian sangat serius kita semua,” tutur Jaelan, dalam keterangannya via telpon pada Senin (28/9).

Pemerintah Kabupaten, ditegaskan Jaelan tidak tinggal diam dengan kondisi tersebut, karena penanganan pencegahan dan pencegahan yang ditunjukkan melalui regulasi resmi, serta tindakan nyata di lapangan menurutnya sudah sangat maksimal. Namun demikian, di sisi lain ia mengaku menghadapi sebagian pihak yang justru kurang kooperatif dengan penata laksanaan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan COVID-19.

Di sisi lain, kita juga masih menghadapi penolakan untuk uji swab bagi dari kontak yang erat kasus konfimasi, verifikasi isolasi di gedung yang disediakan Pemkab, dan verifikasi kasus suspek dan konfirmasi meninggal yang mestinya pemulasaraaannya harus dengan protokol COVID-19,” lanjutnya.

Ia berharap kedepan warga masyarakat dan seluruh pihak lebih koorperatif untuk pencegahan dan penanganan COVID-19 di Kabupaten Wonosobo, mengingat dalam situasi pandemi seperti saat ini, dibutuhkan kolaborasi kontributif semua elemen.

Kami berharap ada kesadaran untuk saling mendukung, penerapan protokol kesehatan oleh warga masyarakat, juga kerjasama dalam pencegahan dan deteksi dini, demi menghindari akibat fatal akibat penanganan yang sampai menyebabkan meninggal dunia,” tandasnya. (why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *