NATA DE CARICA, INOVASI SISWA SMA N 1 WADASLINTANG

by -465 views

WONOSOBOZONE.COM – Keindahan dataran tinggi Dieng menjadi daya tarik wisata di kabupaten Wonosobo. Kedatangan para wisatawan ini memicu berkembangnya berbagai potensi yang ada di Wonosobo, salah satunya yaitu buah Carica yang menjadi buah khas dataran tinggi Dieng. Buah ini diolah menjadi minuman carica in syrup, yang kemudian dikenal sebagai oleh-oleh khas Wonosobo dan menadi icon bagi wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo.

Terus meningkatnya jumlah permintaan carica diiringi dengan meningkatkan jumlah perusahaan yang mengolah buah carica menjadi carica in syrup menjadi puluhan bahkan ratusan usaha mulai skala rumah tangga, menengah hingga menjadi perusahaan besar. Menariknya adalah dari keseluruhan buah carica, baru daging buah dan sedikit selaput bijinya saja yang digunakan. Sisanya dibuang begitu saja sehingga berpotensi mencemari lingkungan.

Defi dan Shifa, siswi SMA N 1 Wadaslintang merasa prihatin dan tertarik untuk mencari solusi terhadap permasalahan ini. Dibimbing oleh Pembina kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR), Bapak Purba Rhisma S., S.Si, Gr, dibantu anggota KIR lainnya mereka mulai melakukan berbagai pengamatan dan uji coba pemanfaatan selaput biji carica. Melihat karakteristik buah carica yang kenyal, timbul ide untuk mengolah selaput biji carica menjadi nata. Berkali-kali percobaan dilakukan, sering kali gagal.

Namun demikian suatu saat menunjukkan hasil meskipun baru sekitar 30% yang jadi sisanya berjamur. Akhirnya untuk mempelajari lebih jauh tentang proses pembuatan nata, defi beserta timnya melakukan kegiatan magang di CV Agrindo Suprafood Yogyakarta. Ilmu yang diperoleh digunakan untuk mengembangkan nata de carica.

Untuk menggali lebih jauh tentang produk inovasi nata de carica dilakukan berbagai diskusi dan pengembangan dengan beberapa pihak. Diantaranya dengan BPTBA LIPI Yogyakarta dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Berbagai informasi, saran dan masukan diolah sehingga nata de carica beberapa kali diuji coba untuk mendapatkan hasil terbaik. Produk akhir kemudian dianalisis kimiawi di laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech Bogor. Kemudian produk akhir berupa carica in syrup dengan substitusi daging buah carica menjadi nata de carica.

Bertepatan dengan lomba Krenova yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten Wonosobo melalui BAPPEDA Kabupaten Wonosobo, nata de carica di presentasikan di depan juri yang terdiri dari unsur pemerintah, praktisi, akademisi dan pengusaha.

Ternyata potensi nata de carica cukup besar dan berhasil menjadi juara 1. Akhirnya produk nata de carica terus dikembangkan menjadi varian baru olahan samping dari bahan carica yang belum termanfaatkan. Dua keuntungan utama adalah mengurangi resiko limbah dan meningkatkan nilai ekonomi buah carica itu sendiri.

Begitu diluncurkan ke pasaran respon konsumen sangat bagus dan terus mengalami peningkatan. Karena kuwalahan dengan permintaan akhirnya mereka bekerja sama dengan CV. Gemilang Kencana, salah satu perusahaan carica bonafid yang ada di kabupaten Wonosobo.

Dengan kerjasama yang terjalin, maka nata de carica terus diproduksi dan dikembangkan sehingga inovasi baru ini akan mampu menjadi produk yang dapat meningkatkan nilai ekonomi carica dan menjadi produk lokal kebanggan masyarakat wonosobo. (why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *