Dr Santi Mengajar, Meneliti, dan Mengabdi Dengan Hati

by -317 views

WONOSOBOOZNE – Namanya adalah Dr. Santi Dwi Astuti, STP, MSi, Ia merupakan seorang dosen Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman.
Bidang ilmu Santi adalah Rekayasa Pangan. Di Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Santi mengajar mata kuliah seperti Teknologi Pengolahan Pangan, Satuan Operasi Industri, Karakteristik Komponen Pangan, Teknologi Pengolahan Bahan Penyegar, Rempah, dan Minyak Atsiri, Pengembangan Produk Pangan Baru, dan Evaluasi Sensori. Di bidang penelitian, Santi fokus untuk melakukan riset tentang pengembangan produk pangan fungsional berbasis ingredien lokal yang pendanaannya diperoleh melalui hibah riset kompetitif perguruan tinggi.

Produk inovasi yang telah dihasilkan diantaranya adalah produk tepung termodifikasi dari umbi-umbian lokal (talas, singkong, ubi jalar, irut, ganyong, gembili, kentang). “Tepung umbi ini digunakan lebih lanjut sebagai bahan baku dalam pembuatan produk bakeri (seperti cake, muffin, brownies, cookies, biskuit), mie, breakfast cereal, dan produk pangan instan,” katanya.

Selain itu, santi juga telah menghasilkan inovasi dengan membuat produk diversifikasi dari jamur pangan seperti jamur tiram, jamur kancing, dan jamur kuping dalam bentuk produk-produk pangan emulsi yaitu bakso, sosis, dan nugget. Melalui keingintahuannya yang tinggi dalam mengolah pangan, Santi menyulap buah carica yang merupakan produk indikasi geografis Dataran Tinggi Dieng menjadi produk-produk bernilai ekonomis tinggi. “Buah carica diolah menjadi jelly drink, pulpy, es krim, selai, dan konsentrat; biji carica diolah menjadi minuman fungsional kaya antioksidan. Bahkan kulit carica telah diolah menjadi bubuk pengempuk daging alami,” ujar Santi.

Hasil-hasil penelitian Santi tidak hanya ditulis dalam bentuk artikel yang dipublikasikan melalui seminar nasional atau internasional, namun juga langsung diterapkan produksinya bagi masyarakat, kelompok masyarakat, atau wirausaha kecil menengah. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan pendanaan dari Kementrian Pendidikan Tinggi, santi mengupayakan seluruh hasil penelitiannya dapat diaplikasikan oleh masyarakat dan berharap apa hasil inovasinya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi banyak orang.

Dengan kegigihan, tidak jarang Santi mencari mitra binaan yang tepat yang dapat menerapkan dan mengembangkan hasil-hasil penelitiannya secara berkelanjutan hingga ke daerah-daeah yang sulit terjangkau karena minimnya infrastruktur di daerah mitra. Mitra binaan Santi tersebar di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan Brebes.

Ia juga pernah menjalani beberapa riwayat pendidikan, di antaranya Program S1 Teknologi Hasil Pertanian Universitas Jenderal Soedirman
Program S2 (Magister) Ilmu Pangan, Institut Pertanian Bogor
Program S3 (Doktor) Imu pangan, dan Institut Pertanian Bogor.

Untuk memaksimalkan diseminasi inovasinya, santi bersama dengan mahasiswa-mahasiswa bimbingannya dan alumni mendirikan Food Innovation Center, Pusat Inovasi Pangan, sebuah unit yang fokus dalam meneliti, memproduksi, dan memasarkan produk-produk pangan olahan berbasis bahan lokal yang aman, enak, dan praktis serta memiliki nilai fungsional yang tinggi bagi kesehatan. Tidak ada kepuasan yang lebih besar selain dapat menyaksikan hasil riset saya dapat diaplikasikan oleh mitra binaan. “Apalah artinya tulisan dan artikel riset saya dapat dipublikasikan di jurnal apabila tidak bisa diterapkan bagi masyarakat,” imbuhnya.
.
Mengajarkan kepada generasi muda (anak-anak dan mahasiswa) dengan sedikit berbicara dan banyak memberikan contoh nyata.

Keprihatinan yang mendalam dirasakan oleh ibu 3 orang anak dan sekaligus dosen di Fakultas Pertanian Unsoed ini. Perbedaan yang signifikan terjadi antara generasi dulu dan sekarang. “Anak dan remaja jaman saya, sejak sekolah dasar sudah memiliki kesadaran yang tinggi untuk membantu pekerjaan rutin di rumah, mulai dari membersihkan rumah, menyapu, mengepel, mencuci, menyetrika, dan memasak. Anak remaja sudah bisa secara mandiri belajar dan menuntut ilmu di sekolah,” terangnya.

Anak-anak dan remaja masa kini, yang sebagian besar telah mendapatkan fasilitas yang mencukupi dari kedua orang tua dan keluarganya, dinilai santi mulai kehilangan kepekaan dan kepedulian pada selain dirinya dan penurunan kemampuan untuk mengelola aktivitas dan rutinitas hariannya dengan baik. Selain untuk menuntut ilmu, waktu bagi generasi masa kini lebih banyak dihabiskan untuk menggunakan telepon pintar, android, bermain internet dan media sosial.

Generasi muda dinilai santi mulai mengalami penurunan dalam hal ketekunan dan keuletan belajar, kemampuan menganalisis masalah dan mengambil solusi masalah, kebisaan anak muda untuk berpikir kritis dan logis, dan kemampuan untuk menjalani kehidupan yang seimbang antara pelajaran, pekerjaan, diet, dan aktivitas fisik.

Dalam menghadapi kegalauan tersebut, Ibu dari 3 orang anak yang memiliki kesibukan yang cukup padat di kampus ini memiliki strategi khusus. Sebagai ibu rumah tangga, santi berusaha menyempatkan waktu untuk memasak setiap hari bagi keluarganya. Tiap hari, santi harus memastikan bahwa apa yang dikonsumsi oleh keluarganya adalah makanan yang bergizi, berimbang dalam jenis pangan dan cukup dalam jumlah untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh.

Santi yang memiliki hobi olahraga khususnya senam aerobic, selalu dapat meluangkan waktunya untuk berolah raga setiap hari bersama-sama dengan anggota organisasi aerobicnya yakni PRABU (Paguyuban Rukun Aerobic Banyumas). Santi membagi waktu dalam setiap minggunya untuk kegiatan mengajar, meneliti di laboratorium, mengabdi di masyarakat, serta tugas lain terkait dengan jabatannya sebagai koordinator pusat pengembangan dan penerapan teknologi LPPM Unsoed.
.
Wanita kelahiran Purwokerto, 23 April 1978 itu, juga masih memiliki waktu untuk melayani dan mendampingi mahasiswanya, mulai dari pembimbingan studi, pendampingan mahasiswa kerja praktik di perusahaan dan mahasiswa yang melaksanakan kuliah kerja nyata, pembimbingan penelitian dan penulisan tugas akhir (skripsi), pembinaan mahasiswa dalam program kreativitas mahasiswa, program mahasiswa wirausaha, penulisan karya ilmiah mahasiswa, dan lainnya.

Dan disela sela kesibukannya, santi masih menyempatkan waktunya untuk selalu berdiskusi dengan anak-anak, orang tua, dan keluarganya setiap hari. Peran di lingkungan kemasyarakatan dan sosialnya juga diluangkannya melalui kegiatan di Majelis Talim Al Dzikra Kalisari Sumampir dan aktivitas charity-nya di Panti Asuhan Kalimasada dan Daarul Hadlonah. Seluruh aktivitas yang dilakukan sehari-hari oleh santi disampaikannya pada anak-anak dan mahasiswanya.
.
Santi yang merupakan ibu sambung dari ketiga anaknya dan wali orang tua bagi mahasiswa-mahasiswa bimbingannya selalu menganggap mereka seperti anak-anaknya sendiri. Santi tidak banyak bicara dengan serius terhadap mereka.

Melalui obrolan santai dan canda tawa, santi berusaha sedikit bicara namun banyak memberikan contoh yang nyata pada anak-anak dan mahasiswanya dengan apa yang telah dilakukan dalam kesehariannya. Baginya, di rumah dia sebagai istri dan ibu, di keluarga sebagai anak, dan di kampus sebagai guru, di dunia usaha sebagai patner, dan di kehidupan sosial kemasyarakatan sebagai sahabat.

Beberapa hal pokok yang santi pesankan bagi anak-anak dan mahasiswanya adalah :
1) jadilah pribadi yang mengedepankan iman dan taqwa sesuai dengan agama dan kepercayaan yang diyakini;
2) niatkan apapun yang dikerjakan dengan baik, usahakan seluruh yang dikerjakan secara maksimal dan tulus;
3) belajarlah dengan tekun dan ulet, karena kesuksesan hanya diperoleh untuk mereka yang mau bekerja keras;
4) bantulah setiap orang yang memerlukan bantuanmu tanpa mereka meminta, karena dari apa yang kamu lakukan, kemudahan bagimu disetiap kesempatan akan kamu peroleh;
5) jadilah pribadi yang menyebarkan semangat dan energi positif bagi orang-orang disekitarmu;
6) milikilah cita-cita yang besar dan bermimpilah setinggi kamu dapat, karena langkah dan usahamu akan mengerucut pada cita dan impianmu.

Agaknya, pesan santi adalah cerminan dari apa yang telah dijalani hingga 41 tahun kehidupannya saat ini. Melalui prestasinya sebagai Nominator Unsoed Award bidang Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2018, Perannya sebagai narasumber pada beberapa kegiatan lokakarya, workshop, dan pelatihan terkait bidang pangan dan pertanian di tingkat lokal dan nasional, kemampuannya dalam memperoleh hibah kompetitif nasional dibidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, prestasinya pada kompetisi senam aerobic pemula tingkat lokal dan nasional, serta prestasi terbarunya yakni kesuksesan dalam penyelenggaraan Expo Unsoed 2019 di Graha Widyatama Unsoed pada Tanggal 10-13 Oktober yang lalu, santi telah membuktikan kiprah dan eksistensinya sebagai contoh bagi generasi muda saat ini melalui kerja keras dan semangatnya dalam berkarya, berinovasi, dan berbagi baik di bidang akademik, non akademik, maupun sosial kemasyarakatan. (Why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *