Akibat Kerusuhan Di Wamena, Puluhan Warga Wonosobo Mengungsi

by -51 views

WONOSOBOZONE – Akibat kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Wamena, Papua, beberapa hari yang lalu, sekitar 49 warga Wonosobo yang tinggal ataupun bekerja disana masih mengungsi. Puluhan warga Wonosobo yang mengungsi kini tersebar dibeberapa titik yang ada di kota Wamena.

Atas kejadian tersebut, tim Wonosobozone berhasil mengumpulkan informasi dari seorang ibu bernama Faridatul Chusniati (31), warga Pucung Sari, Desa Adiwarno, Kecamatan Selomerto. Saat ini Farida dan 4 orang keluarganya masih bertahan dipengungsian. Warga Wonosobo yang mengungsi di Wamena saat ini tersebar di 4 titik, diantaranya Di gedung Bazda Wamena, Polres Wamena, komplek asrama Kodim 1702 Wamena, dan di Apms Lasminingsih.

Situasi di Wamena saat ini sudah mulai kondusif, namun saat ini kami masih tetap bertahan dipengungsian hingga benar-benar kondisinya dinyatakan aman,” kata Farida saat dihubungi oleh Wonosobozone, Selasa (1/10).

Ia menjelaskan, warga masyarakat yang mengungsi dari Wamena kebanyakan kaum ibu dan anak-anak yang disebabkan trauma ketika melihat kondisi rumahnya terbakar saat peristiwa tersebut terjadi.

Keadaan warga Wonosobo saat ini berjumlah 49 orang berada di berapa titik pengungsian di Wamena, alhamdulillah dalam keadaan terjamin keperluan makanan sehari-hari. Cuma masih ada trauma terutama pada anak-anak sekolah menyelamatkan diri bersama keluarga,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Farida, untuk jumlah korban jiwa warga asal Wonosobo sampai saat ini belum ada, hanya dua orang yang rumahnya terbakar. Atas kerusuhan yang terjadi Farida berharap kondisi Wamena saat ini bisa seperti sebelumnya.

Terutama untuk ibu-ibu dan anak-anak semoga bisa segera keluar dari Wamena dan bisa pulang kembali ke Wonosobo untuk mengobati trauma yang dialami” harapnya.

Namun demikian dikatakatan Farida, saat ini masih ada sebagian warga yang memilih untuk menjaga dan kembali ke rumahnya masing-masing. “Mereka biasa mengecek sambil beres-beres rumah kemudian datang kembali ke pengungsian pada malam hari,” pungkasnya. (Why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *