Pesta Tenongan di Desa Jalatunda

by -147 views

Banjarnegara – Warga membawa tenong yang berisi nasi, srundeng, jengkol, serta daging kambing ke tiap pertigaan atau perempatan. Pesta ini digelar di delapan titik, baik pertigaan maupun perempatan di dusun tersebut.

“Ada 500 tenong yang dibawa warga di delapan titik pertigaan atau perempatan,” kata tokoh masyarakat Desa Jalatunda, Satam, usai pesta tenongan, Jumat (27/9/2019). Melansir detik.com/Uje Hartono.

Uniknya, semua makanan ini dimasak oleh para laki-laki di pagi hari. Termasuk memasak kambing sebagai lauknya. Dalam Pesta Tenong tahun ini, sedikitnya ada 15 ekor kambing yang disembelih untuk disantap bersama di tepi jalan.

“Untuk yang masak semuanya adalah laki-laki. Hal ini sudah dilakukan turun-temurun sejak dulu,” jelasnya.

Sebelum makan bersama, dilakukan doa bersama untuk meminta keselamatan dan berdoa agar segera turun hujan. Mengingat di Jalatunda sudah enam bulan mengalami kekeringan hingga krisis air bersih.

“Termasuk untuk masak ini, warga membeli dari desa lain. Biasanya, warga membeli dengan menggunakan mobil bak terbuka, Rp 150 ribu untuk 1.000 liter air bersih. Sedangkan untuk mandi dan mencuci pakaian di sungai,” tuturnya.

Tradisi Tenongan ini sudah dilakukan turun-temurun pada Jumat Kliwon di bulan Sura. Namun, jika tidak melewati Jumat Kliwon, pesta tenongan dilakukan pada hari Selasa Kliwon.

“Dalam pesta, tradisinya saling tukar masakan antara warga satu dengan warga lainnya. Hal ini dimaksudkan agar mendekatkan warga dan saling menghormati antara warga satu dengan yang lain. Kalau di sini istilahnya tukar asing,” ujarnya. (sip/sip)

Sc. detik.com/Uje Hartono

#banjarnegarazone #banjarnegara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *