Babi hutan dan monyet rusak kebun penduduk

by -274 views

BANJARNEGARA – Warga menduga satwa liar keluar dari hutan lantaran sumber makanan menipis pada puncak kemarau ini.

Perangkat Desa Dawuhan, Supriyanto mengatakan pada kemarau ini, serangan satwa liar semakin mengganas. Babi hutan dan monyet merusak kebun penduduk tanpa bisa ditangani.

Untuk menekan intensitas serangan, warga juga mulai memburu celeng dengan cara tradisional. Mereka menggunakan alat tradisional, seperti jerat, parang dan tombak. “Ada juga anjing pemburu yang sudah terlatih,” ucapnya.

Tiap pekan, warga berkumpul untuk aksi perburuan celeng. Para pemburu berpengalaman akan memandu ke wilayah-wilayah yang diperkirakan menjadi sarang celeng.

Dalam jangka sebulan terakhir, kurang lebih sebanyak 30 ekor celeng sudah berhasil ditangkap.

Untuk monyet warga tak tega menyakiti apalagi membunuh. Mereka tidak asal memburu. “Celeng bukan hewan Endemik di sini,” jelas Supriyanto

Sumber: liputan6.com/Muhamad Ridlo

#banjarnegara #banjarnegarazone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *