Sejarah Soto Golak Serta Cita Rasanya Yang Khas

by -489 views

WONOSOBOZONE – Soto golak merupakan makanan khas asli Wonosobo dari daerah Kaliwiro dan Wadaslintang. Mungkin bagi para wisatawan yang hendak berkunjung ke Wonosobo, tak lengkap rasanya jika belum menikmati kuliner khas yang bernama soto golak ini.

Golak merupakan makanan lokal terbuat dari umbi singkong yang diproses hingga berbentuk seperti ketan lalu kemudian digoreng untuk disajikan bersama soto sapi sebagai pengganti nasi/ketupat yang rasanya gurih. Samentara sauto merupakan nama kuliner, sebuah penyebutan dari kata soto. Soto bagi sejumlah masyarakat di wilayah Wonosobo, khususnya bagian selatan, sering menyebut memakan soto dengan nyauto. Dari kata nyauto tersebut kemudian berkembang menjadi sauto/soto.

Dalam proses pembuatan golak, singkong diparut, dihilangkan patinya dan direbus. Kemudian setelah matang dan kondisi sudah dingin, singkong ditumbuk hingga halus dan empuk. Bahan kemudian didiamkan semalam, besoknya baru dipotong dan digoreng,” ujar Gusdiono, Owner/pemilik Rumah Makan Soto Golak Asih yang berada di Jl. Kyai Walik Jlegong, atau depan SD IT Kecamatan Wonosobo.

Untuk satu porsi soto golak menurut Gusdiono, terdiri dari mie soun, kecambah, sledri, potongan daging sapi dan aroma bawang goreng serta kacang tanah. Bumbu-bumbunya yang menggunakan rempah khas Jawa sangat cocok dihidangkan dengan berbagai jenis gorengan, seperti tempe kemul maupun tahu. “Jadi, untuk penyajian nasi kami ganti dengan golak, yang tentunya memiliki kadar gula lebih rendah, lebih murah dan rasanya sangat khas untuk menggoyang lidah para pecinta kuliner,” tuturnya.

Gusdiono menambahkan, saat ini usaha kuliner khususnya soto golak sudah banyak dikembangkan oleh masyarakat lain. “Saat ini kami berupaya mengembangkan serta mengangkat lagi kuliner asli Wonosobo yang sudah sejak lama diwarisi oleh nenek moyang dulu,” terangnya.

Lebih lanjut Gusdiono juga bercerita, golak mempunyai nilai sejarah tersendiri, pada zaman penjajahan, sulit bagi orang-orang untuk menanam padi karena terbatasnya saluran irugasi, maka dari itu singkong menjadi sebuah pilihan untuk dijadikan makanan pokok dengan menamai singkong dengan sebutan jenderal.

Jenderal digambarkan mempunyai kebijakan macam-macam, maka dari itu singkong bisa dimasak menjadi berbagai macam jenis, salah satunya yakni menjadi golak,” pungkas Gusdiono.

Setiap hari omset warung soto golak tersebut mampu menjul rata-rata dikisaran angka 50 porsi setiap hari. Warung tersebut buka sejak pukul 09.00-19.00. Menu soto golak bikinan Gusdiono, ternyata sudah tak asing di lidah sejumlah pejabat di kota dingin ini. Pasalnya, hampir tiap acara ceremonial pemerintah maupun saat lebaran menu tersebut dihidangkan dalam kegiatan open house bupati bersama dengan masyarakat yang datang ke Pendopo Bupati Wonosobo. (Why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *