Kompetisi AKK U-18 Diwarnai Kericuhan, 2 Suporter Di Bawah Umur Alami Luka-Luka

by -33 views

WONOSOBOZONE – Kericuhan antar suporter kembali terjadi dalam lanjutan babak 32 besar pertandingan kompetisi AKK Cup U-18 dilapangan desa Larangan Lor Kecamatan Garung, Minggu (22/9) sore. saat itu sedang bertanding antara kesebelasan Garuda Muda asal Singkir melawan kesebelasan Andongsili, Suporter kedua kesebelasan tersebut terlibat baku hantam hingga mengakibatkan dua suporter dari Garuda Muda Singkir mengalami luka-luka. Puluhan oknum yang diduga supporter Andongsili melempar batu ke arah supporter Garuda Muda Singkir yang di didominasi oleh anak-anak kecil usia SMP.

Menurut Ketua Abdul Kadir Karding Cup 3 Amin Nur Fatihin, kericuhan di turnamen sepakbola AKK Cup 3 yang membuat dua suporter asal Singkir yang masih dibawah umur terluka. Kejadian bermula ketika di awal pertandingan salah satu suporter menendang banner dan saling adu mulut. “Kemudian hal tersebut memicu emosi penonton hingga terjadi adu hantam antar suporter kesebelasan. Kericuhan bisa diredam setelah pihak panitia masuk lapangan untuk melerai,” ungkapnya.

 
Amin juga mengatakan, Liga Abdul Kadir Karding Cup antara kesebelasan Garuda Muda melawan Andongsili memang berlangsung panas sejak awal, kedatangan suporter Garuda Muda yang baru saja tiba dilokasi langsung mendapat teror dari kelompok suporter lawan dengan nyanyian dan lagu-lagu yang mengejek.

Hingga saat ini pertandingan yang menyebabkan dua suporter luka tersebut diberhentikan hingga waktu yang belum ditentukan. Pasalnya dari pihak panitia masih menunggu keputusan perijinan dari Polres Wonosobo,” terangnya.


Sementara itu Kasat Reskrim Serse Polres Wonosobo, Heri menyebutkan, pihaknya masih menindak lanjuti kericuhan yang terjadi dengan menangkap beberapa oknum yang diduga menjadi pelaku dalam insiden itu, karena salah satu suporter yang mengalami luka-luka masih di bawah umur.

Saat ini kedua belah pihak dari masing-masing perwakilan telah bertemu dan melakukan mediasi untuk sepakat bahwa masalah ini akan diserahkan sepenuhnya oleh pihak berwajib dalam penyelesaian insiden tersebut,” kata Heri.

Sementara itu, kondisi dua anak-anak yang menjadi korban luka yakni Ifan dan Ulin warga Kampung Singkir Kelurahan Jaraksari, saat ini kondisinya mulai berangsur membaik usai dirawat di RSUD Setjonegoro, keduanya yakni Ifan mengalami luka sobek di bagian kepala depan akibat lemparan batu yang mengenai kepala depan dan belakang. Sedangkan Ulin yang merupakan salah satu korban lainnya saat ini kondisinya masih belum pulih, sebab Ia mengalami luka yang cukup parah dibagian dada dan perut akibat dipukul dan di injak-injak oleh suporter lawan. (WHY/ARD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *