Tekan Angka Kepadatan Penduduk, Desa Pagerejo Dicanangkan Jadi Kampung KB

by -44 views

WONOSOBOZONE – Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) secara resmi mencanangkan Kampung KB yang Bertempat di Desa Pagerejo Kecamatan Kertek, Kamis (29/8). Pencanangan Kampung KB ini merupakan kali ke tiga yang dilaksanakan di kecamatan Kertek, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menekan angka kepadatan penduduk di Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan pencanangan ditandai dengan pengguntingan pita Gapura Kampung KB dan pemukulan gong oleh Asisten Sekda Bidang Pembangunan Sumaedi dan disaksikan oleh masyarakat setempat. Turut hadir dalam kegiatan pencanangan tersebut, Kepala Dinas PPKBPPPA Kab. Wonosobo, jajaran Forkompinca Kertek dan tokoh masyarakat setempat.

Pemukulan gong oleh Asisten Sekda Bidang Pembangunan Sumaedi.


Asisten Sekda Bidang Pembangunan, Sumaedi menuturkan, pembentukan Kampung KB merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, agar manfaat progam KB yang diintegrasikan dengan sektor lainnya, dapat lebih dirasakan seacara langsung oleh masyarakat luas, terutama yang berada di wilayah miskin dan tertinggal.

Pelaksanaan progam KB diharapkan untuk lebih fokus kepada masyarakat kurang mampu, dan masyarakat yang kurang memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta akses progam pembangunan lainnya,” kata Soemedi.


Suemedi juga menjelaskan, adapun pencanangan Kampung KB untuk tingkat Kabupaten Wonosobo, telah dicanangkan di Desa Pulosaren Kecamatan Kepil pada 16 Maret 2016 lalu. Sebagai tindak lanjut pencanangan Kampung KB Tingkat Kabupaten, pada tahun 2017 untuk selanjutnya telah dilakukan pencanangan di lima belas Kampung KB oleh camat dimasing-masing kecamatan. “Dan sampai dengan tahun 2019, di Kabupaten Wonosobo telah terbentuk sejumlah 33 Kampung KB,” terangnya.


Sumaedi berharap dengan pembentukan Kampung KB, Progam KB yang dintegrasikan dengan progam-progam lainnya, dapat bergema kembali dan dapat menjangkau masyarakat, khususnya di wilayah yang dicanangkan sebagai kampung KB. “Perlu saya sampaikan disini, ada beberapa kunci keberhasilan kampung KB yang harus diingat yakni, komitmen dari pemerintah daerah dan pengelola progam, pemanfaatan data dalam mengetahui peta masalah dan potensi desa, partisipasi aktif masyarakat dalam penentuan prioritas masalah, ada tokoh kunci, integrasi lintas komponen dan monitoring evaluasi serta pembinaan”, bebernya.


Kepada Tim Pokja Kampung KB Desa Pagerejo, Sumaedi menghimbau, Tim Pokja Kampung KB yang terbentuk di tingkat Desa ini, dapat segera menginventarisasi, serta mengidentifikasi segala permasalahan di wilayah kampung KB, “Sesuai indikator yang telah ditetapkan,” Pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala DPPKBPPPA Junaedi, menurutnya kampung KB adalah satu kesatuan wilayah setingkat dusun atau RW, atau yang setara memiliki kriteria tertentu, dimana terdapat keterpaduan Progam Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga, serta sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis.

Dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung, atau yang setara melalui Progam Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga, serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas,” terang Junaedi.

Pencanangan kampung KB ini, menurut Junaedi di latar belakangi karena desa pagerejo merupakan salah satu desa dengan kasus stunting tinggi. “Hal ini berdasar riset kesehatan dasar tahun 2013, serta hasil pengukuran tahun 2018 masih ditemukan balita dengan kategori stunting sebanyak 137 anak,” tandasnya. (W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *