Sajikan Open Data Keuangan Desa, Wonosobo Bakal Jadi Pilot Project Pengembangan SID

by -145 views

WONOSOBOZONE – Dalam rapat koordinasi pengembangan SIDesa Jateng Tahun 2019, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan, bahwa saat ini tengah menjalin kerja sama dengan Universitas Dian Nuswantoro dalam upaya menyempurnakan pengembangan SIDesa (Sistem Informasi Desa) Provinsi Jawa Tengah tahun ini.

Acara yang berlangsung di Pendopo Bupati Wonosobo pada Rabu (28/8) tersebut, dihadiri sebanyak 180 peserta yang berasal dari Sekretaris Desa/Admin Desa, Kasi Pemerintahan Kecamatan, Tenaga Ahli, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa.

Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jawa Tengah, Didi Haryadi, S.H., M.H., mengatakan, pada dasarnya SID di desa-desa di Jawa Tengah telah berjalan aktif. “Pemerintah Desa beserta masyarakatnya antusias dalam mengembangkan SID di daerahnya,” katanya.

Didi juga mengungkapkan, banyaknya aplikasi yang beredar di desa menjadi kendala tersendiri bagi proses integrasi data baik secara teknis maupun secara peraturan yang berlaku. Dengan demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi dengan membangun SIDesa Jateng.

Aplikasi Dashboard SIDesa Jateng merupakan hilirisasi SID di Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya adalah Kabupaten Wonosobo. SID di Kabupaten Wonosobo dengan aplikasi Open Data Keuangan Desa nya telah mampu terintegrasi hingga tingkat Kabupaten,” ungkapnya.

Selain itu, Didi juga menjelaskan alasan mengapa Wonosobo yang dipilih menjadi lokasi pertama untuk pengembangan SIDesa ini, “Karena sampai detik ini, baru Kabupaten Wonosobo yang berhasil integrasikan data keuangan desanya dengan SIDesa ini, itu berkat Wonosobo sudah mengembangkan sistem informasi keuangan desa dengan standar data terbuka, atau dikenal dengan Open Data Keuangan Desa. Kreativitas anak bangsa ini harus dihargai dan diapresiasi,” lanjutnya.

Pengembangan SIDesa menurut Didi, merupakan kegiatan dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas Pemerintah Desa melalui integrasi data yang presisi dengan kondisi faktual di desa. Integrasi data merupakan suatu proses menggabungkan atau menyatukan data yang berasal dari sumber yang berbeda dalam rangka mendukung manajemen informasi dan mendukung pengguna untuk melihat kesatuan data.

Pengembangan SID di Provinsi Jawa Tengah diprioritaskan pada 3 (tiga) data yaitu data kependudukan, data kemiskinan, dan data keuangan. Ketiga data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar Pemerintah dalam menerapkan kebijakan terkait pembangunan desa,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabag Pemerintahan Setda Wonosobo, Drs. Tono Prihatono menyambut baik apresiasi dan kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah “Kami berterima kasih, karena akhirnya perjuangan Wonosobo menegakkan standar data terbuka pada pengelolaan keuangan desa berbasis teknologi informasi mendapatkan apresiasi dan tentunya akan mendatangkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat di Jawa Tengah bahkan dunia,” ucapnya.

Tono menegaskan kepada seluruh perwakilan desa yang hadir agar semakin memacu kinerja akuntabilitas keuangannya, karena sekarang progress kinerja keuangan mereka juga dapat dipantau oleh banyak pihak.

Sistem informasi ini tidak menambah repot desa, karena desa tetap menggunakan Sistem Informasi Desa Mitra Desa yang telah digunakan sejak 2016, dan otomatis data akan ter-update ketika kami melakukan integrasi ke portal Open Data Keuangan Desa, kami berharap SIDesa ini ke depan juga menjadi rumah data bagi inovasi dan potensi yang ada di seluruh desa di Jawa Tengah, sehingga dimungkinkan akan terjadi kerjasama antar desa di Jawa Tengah,” tandasnya. (W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *