Sebanyak 70 Napi Dapat Remisi

by -12 views

WONOSOBOZONE – Sebanyak 70 narapida di Rumah Tahanan Negara (rutan) kelas II B Wonosobo mendapat remisi umum dari Kementerian Hukum Dan Ham Republik Indonesia (KEMENKUMHAM RI). Pemberian remisi tersebut berlangsung di lapangan olahraga setempat sekaligus bertepatan dengan acara HUT RI ke 74, Sabtu, (17/8) siang.


Kepala Rutan kelas II b Wonosobo, Akbar Amnur mengatakan, remisi umum ini berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. PAS-967.PK.01.01.02 TAHUN 2019.

Tentang Pemberian remisi Umum (RU) Umum tahun 2019 kepada narapidana terkait dengan pasal 34 Peraturan Pemerintah no 99 tahun 2012. Pemberian remisi tersebut terdiri dari remisi umum I yang diberikan kepada 67 orang, dan Remisi II atau bebas langsung diberikan kepada 3 orang,” katanya.

Warga binaan lapas kelasa II b Wonosobo, menurut Akbar sudah overload atau melebihi kapasitas yang idealnya dihuni 80. “Dan tertinggi di isi wargabinaan yang tersandung kasus narkoba, serta 75% di usia produktif. Hal ini diharapkan menjadikan perhatian bagi semuanya,” ungkap Akbar.


Sementara itu saat menjadi inspektur upacara Bupati Wonosobo Eko Purnomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa rasa syukur dalam memperingati Hari Kemerdekaan menjadi milik segenap lapisan masyarakat, tidak terkecuali para warga binaan pemasyarakatan.

Sebab pada hari tersebut pemerintah memberikan apresiasi berupa pengurangan masa menjalani pidana atau remisi bagi mereka yang telah menunjukkan prestasi dedikasi dan disiplin yang tinggi dalam mengikuti program pembinaan serta telah memenuhi syarat yang ditentukan seperti yang diamanatkan undang-undang No 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan dan Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 Tentang Remisi,” kata Bupati.


Pemberian remisi terhadap narapidana dan anak pidana pada hari ini, ditegaskan oleh Bupati bukan semata-mata merupakan suatu hak yang didapatkan dengan mudah dan bukan merupakan bentuk kelonggaran agar narapidana dapat segera bebas. Namun, pemberian remisi merupakan suatu bentuk tanggung jawab untuk terus-menerus memenuhi kewajiban untuk ikut dalam pelaksanaan program pembinaan.

Selain itu, pemberian remisi dimaksudkan juga untuk mengurangi dampak negatif dari sub-kultur tempat pelaksanaan pidana, serta dapat juga menjadi sebuah stimulan dalam menghadapi deprivasi dan efek destruktif dari pidana perampasan kemerdekaan. Secara psikologis pemberian remisi juga mempunyai pengaruh dalam menekan tingkat frustasi, sehingga dapat mereduksi atau meminimalisir gangguan kemanan dan ketertiban di Lapas, Rutan, berupa pelarian, perkelahian dan kerusuhan lainnya,” terang Bupati.


Lebih lanjut Bupati menambahkan, pemasyarakatan sebagai sarana dalam Nation and character building harus dapat memberikan sebuah makna, bahwa negara dituntut untuk melaksanakan program pembinaan. Salah satu yang diharapkan dapat menstimulir setiap narapidana dan anak, agar mampu melakukan Self propelling adjustment, yaitu kemampuan penyesuaian diri untuk kembali ke masyarakat dan ikut berperan aktif dalam pembangunan.


Melalui remisi juga dapat mempercepat proses kembalinya narapidana  dalam kehidupan masyarakat agar narapidana mempunyai kesempatan untuk menginternalisasikan nilai-nilai masyarakat secara tepat percepatan kembalinya narapidana dalam kehidupan masyarakat juga akan memperbaiki kualitas hubungan antara narapidana dan keluarganya karena bagaimanapun seorang narapidana adalah bagian yang tak terpisahkan dari keluarga. Narapidana mempunyai kewajiban untuk menjalankan perannya sebagai anggota keluarga,” imbunya.


Tak lupa Bupati juga mengucapkan selamat kepada para narapidana yang mendapat remisi.

Kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan yang pada hari ini mendapatkan  Remisi, khususnya yang  bebas  hari  ini, saya  mengucapkan selamat dan mengingatkan agar tetap berupaya meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagai landasan Saudara dalam menjalani kembali kehidupan di tengah-tengah keluarga dan sebagai anggota masyarakat. Jadilah insan yang taat hukum, insan yang berakhlak dan berbudi luhur, serta insan yang mempunyai makna dan berguna dalam hidup dan kehidupan”, pungkasnya.


Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga terkait pendidikan kejar paket A,B,C. Dinas Arsip dan Perpustakaan daerah terkait perpustakaan, PT Aqua dan SKB. (Why/WZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *