BEDAH BUKU KISAH TANAH JAWA, MENGENALKAN BUDAYA KEPADA KAUM MILLENIAL

by -152 views

MAGELANG – Artos Mall yang bekerjasama dengan Gramedia dan penerbit GagasMedia baru saja mengadakan bedah buku Kisah Tanah Jawa pada Sabtu (13/7) di Atrium Artos Mall mulai pukul 14.00. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 orang yang merupakan pembaca buku dan pengikut channel youtube Kisah Tanah Jawa.


Sebelumnya bedah buku Kisah Tanah Jawa ini diadakan di beberapa kota besar, diantaranya Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Malang, Bandung dan beberapa kota lainnya. Magelang menjadi kota ke 13 dalam penyelenggaraan bedah buku yang selalu ramai pesertanya ini.


Bedah buku sore itu menghadirkan langsung 3 orang narasumber yaitu Hari Hao, Bonaventura D Genta dan juga Mada Zidan. Mereka bertiga adalah orang yang berada dibalik penulisan buku dan channel youtube Kisah Tanah Jawa. Dalam buku Kisah Tanah Jawa, Hari Hao berperan sebagai penyambung lidah, dengan risetnya yang mendalam dia menguak fakta yang belum banyak diketahui. Mada Zidan yang kemudian menuangkan cerita dan hasil riset tersebut menjadi tulisan dan terakhir, Genta yang kemudian menceritakan kembali dengan menggunakan bahasa kekinian yang mudah dipahami anak muda.


Buku kisah Tanah Jawa ini laris dan menarik bagi pada kaum millenial. Sejak mulai diterbitkan mulai Bulan Januari 2019, saat ini sudah memasuki cetakan ke-10. Selain itu pengikut cerita melalui channel youtube mereka sudah mencapai lebih dari 344 ribu.
Dalam penjelasannya, Hari Hao selaku narasumber mengatakan bahwa buku ini adalah buku yang menceritakan tentang sejarah Indonesia, khususnya Tanah Jawa.

“Kami memiliki misi untuk mengenalkan sejarah dan budaya yang mungkin selama ini banyak dilupakan atau mungkin belum diketahui oleh anak-anak muda, dan kemudian kami mengemasnya melalui pendekatan mistis.” katanya.


Agar menarik anak-anak muda dan tidak menjadi cerita membosankan, buku yang menceritakan sejarah dan budaya ini dikemas melalui pendekatan yang mistis dan menjadi cerita horor. Bahasa yang digunakan juga merupakan bahasa kekinian agar mudah dipahami oleh para pembacanya, sehingga mereka tidak merasa sedang membaca buku sejarah dan budaya yang membosankan.


“Tujuan kita adalah untuk membagikan dogeng dan mitos yang mulai banyak dilupakan. Selain itu, agar apa yang kita sampaikan bisa meningkatkan kecintaan kita terhadap budaya dan tanah Jawa,” Kata Bonaventura D Genta pada penutupan acara sore itu.


Salah satu peserta budah Buku ini, Amel (25) mengatakan bahwa buku ini menarik dan ringan untuk dibaca. “Saya awalnya mengikuti di youtube lalu tertarik untuk membaca bukunya. Bukunya bagus dan mudah dipahami anak-anak muda seperti saya. Semoga kedepannya lebih banyak cerita dan ilustrasi-ilustrasi yang menarik,” katanya (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *