Oce Oke dan Taquitas Dari Banjarnegara Diprediksi Masuk Top 45 Nasional

by -27 views

BANJARNEGARA – Usai dipresentasikan di hadapan tim panel independen, di Ruang Rapat Sriwijaya I KemenPAN-RB, Jakarta, beberapa waktu lalu. Dua inovasi pelayanan publik dari Kabupaten Banjarnegara, dinyatakan masuk Top 99 nasional lomba Inovasi Pelayanan Publik 2019.

Kedua inovasi dipaparkan oleh Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin didampingi Kepala Dinas Kesehatan Ahmad Setiawan, dan Kepala Dindikpora Banjarnegara, Noor Tamami, serta dua orang inovator, Khusnul Khotimah dan Sunarto.

Supaya dua inovasi tersebut bisa masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019, KemenPAN RB juga kembali melakukan penilaian melalui tahap presentasi dan wawancara.

Dua inovasi tersebut, merupakan upaya membangun martabat Kabupaten Banjarnegara. Dengan kehadiran inovasi-inovasi itu, diharapkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Banjarnegara dengan indikator derajat kesehatan dan pendidikan dapat ditingkatkan.

Paparan disampaikan sesuai dengan waktu yang ditentukan dan semua pertanyaan dari penelis, bisa dijawab secara lugas oleh tim presentasi. Wabup Syamsudin optimistis, bisa meraih hasil positif dari presentasi dan wawancara yang telah dilakukan.

“Kami sudah berusaha menampilkan performa semaksimal mungkin. Untuk hasilnya, kita tunggu saja. Kami optimis, bisa masuk Top 45 Nasional,” ujarnya.

Inovasi yang diberi nama Oce Oke (One Client One Kader) karya Khusnul Khotimah, Kepala UPT Puskesmas Pejawaran dan Taquitas (Total Quality Assesment) milik Sunarto, Kasi Kurikulum SD Dindikpora Banjarnegara, berhasil menembus Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019.

Dalam paparannya, Syamsudin menyampaikan, Oce Oke adalah inovasi untuk mencegah kematian bayi dan ibu melahirkan dengan membentuk kader berbasis kewilayahan guna mendampingi ibu hamil. Inovasi tersebut sudah direplikasikan di 17 desa dan dari hasil implementasinya, Oce Oke berdampak cukup signifikan menekan angka kematian ibu dan bayi.

Sementara Taquitas adalah bentuk pembaruan terhadap sistem penilaian pendidikan dasar, untuk menghindari perilaku mencontek dan kebocoran soal ujian. Di dalam inovasi ini, terdapat edukasi baik bagi guru maupun murid supaya selalu mengedepankan nilai kejujuran.

“Oce Oke diharapkan dapat diaplikasikan di seluruh wilayah Banjarnegara, agar dapat dirasakan manfaatnya oleh semua masyarakat. Begitu juga dengan Taquitas, jika nantinya bisa diterapkan di seluruh sekolah akan mewujudkan generasi berkualitas dan berintegritas,”  katanya.

Artikel dikutip dari satelitpost.com
https://satelitpost.com/regional/banjarnegara/oce-oke-dan-taquitas-diprediksi-masuk-top-45-nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *