Pemkab Banjarnegara Wacanakan Bangun Embung, Cara Logis Atasi Masalah Kekeringan

by -35 views

BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara terus mengupayakan berbagai cara untuk mengatasi problem kekeringan di daerah rawan.

Semisal melalui proyek pipanisasi yang menghubungkan sumber mata air ke pemukiman warga, serta mencari sumber mata air dari dalam tanah melalui pembangunan sumur bor. Ada juga program embung untuk menampung air hujan hingga menjadi cadangan air bersih warga.

Kepala BPBD Kabupaten Banjarnegara Arief Rahman mengatakan, program-program itu rupanya belum tentu bisa diterapkan di semua desa.

Di Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja, pemerintah sulit membuat sumur bor lantaran daerah itu tak memenuhi syarat untuk itu.

Ternyata, berdasarkan kajian geolistrik, tidak ditemukan sumber air di daerah itu hingga kedalaman lebih dari 90 meter.

Adapun sumber air terdekat berjarak sekitar 7 kilometer yang sudah masuk wilayah Kabupaten Kebumen. Itu pun debit air yang ditemukan kecil.

“Karena kondisi tanah yang tak mendukung, pihaknya akan mengusahakan cara lain agar desa itu terentas dari masalah kekeringan. Upayanya pembuatan embung dan tanam pohon untuk simpan air,” katanya. 

Selain itu, BPBD Kabupaten Banjarnegara kembali mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan.

Hari ini, Senin (8/7/2019), BPBD mengirim bantuan air bersih ke tiga desa, yakni Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja, Desa Karangjati Kecamatan Susukan, dan Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja.

Total air yang didistribusikan ke wilayah itu sebanyak 25 ribu liter. Suplai terbanyak di Desa Jalatunda sebanyak 15 ribu liter.

Sebelumnya pihaknya juga sudah mendistribusikan air bersih ke dua desa di dua kecamatan sebanyak 30 ribu liter atau enam tangki.

“Yang meminta sekitar enam desa,” katanya.

Jumlah desa yang mengajukan permintaan air bersih diperkirakan akan terus bertambah mengingat musim kemaraumasih panjang. Sementara jumlah desa rawan kekeringansesuai data tahun sebelumnya mencapai sekitar 35 desa.

Sebagaimana daerah lain pada umumnya, beberapa hari terakhir, sebagian wilayah ini sempat diguyur hujan. Fenomena hujan di tengah kemarau ini karena pengaruh gelombang atmosfer Rossby Ekuator.

Sayangnya, potensi pertumbuhan awan hujan ini hanya bersifat sementara.

Hujan diperkirakan hanya berlangsung beberapa hari.

Sehingga tak berdampak signifikan dalam mengatasi masalah kekeringan.

Artikel dikutip dari TribunJateng.com Penulis Khoirul Muzakki
https://jateng.tribunnews.com/2019/07/08/pemkab-wacanakan-bangun-embung-cara-logis-atasi-masalah-kekeringan-di-banjarnegara?page=all

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *