Separuh Lebih Wilayah Mulai Kekeringan, BPBD Temanggung Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga

by -24 views

TEMANGGUNG – 12 Kecamatan alami kekeringan, BPBD Kabupaten Temanggung terus lakukan droping air bersih dan akan ajukan dana pipanisasi untuk sejumlah desa ke BNPB senilai Rp. 2,9 M.

“Data wilayah Kekeringan sudah kita petakan, sekarang ada 12 kec., 40 desa, 129 titik RW/RT & dusun. Hari ini kita droping air bersih ke Dusun Karangtengah, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan. Desa lainnya yang sudah mendapat bantuan air bersih adalah Jetis dan Drono Kecamatan Tlogomulyo,” ujar Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, Senin (1/7/2019). Sebelumnya ada 11 kecamatan yang rawan alami kekeringan, yaitu Kec. Kandangan, Pringsurat, Kaloran, Kranggan, Jumo, Candiroto, Selopampang, Gemawang, Kranggan, Bulu, Tembarak. Saat ini bertambah, yakni Kec. Kledung.

Sampai saat ini BPBD sudah menyalurkan 4 tangki air bersih, tiap tangki berisi kurang lebih 5.000 liter. Harapannya, bisa mengurangi beban masyarakat akan kurangnya kebutuhan air bersih. “Memang warga Dusun Karangtengah, Desa Tlogopucang, Kec. Kandangan saat ini sudah mulai merasakan kesulitan mendapatkan air bersih. Lantaran sumber air yang ada di dusun tersebut sudah mengering,” katanya.
Guna mengantisipasi kekeringan BPBD telah mempersiapkan sebanyak 1.750.000 liter air bersih yang dibagi dalam 350 tangki dengan anggaran Rp 85 juta.

Dikatakan Gito, menurut BMKG puncak kemarau 2019 akan terjadi pada bulan Agustus & September. Masyarakat pun diimbau agar lebih hemat menggunakan air bersih. (ari/nny)
.
Sementara dilansir dari antaranews.com, BPBD akan kembali ajukan dana pipanisasi untuk sejumlah desa ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana senilai Rp2,9 miliar.

Upaya tersebut guna mengurangi jumlah titik distribusi bantuan air bersih yang terjadi tiap kemarau.

Gito memyebut daerah yang diusulkan program pipanisasi adalah Desa Batursari Kec. Candiroto, Desa Gedekan Kec. Tlogomulyo, Desa Ngropoh, Desa Gentan & Desa Kemloko di Kec. Kranggan.

Ia menjelaskan untuk Desa Gedekan rencananya menggunakan sumur bor, sedangkan 4 desa lainnya mengambil air dari mata air dengan sistem grafitasi.
.
Dia mengatakan, dana pipanisasi sudah diusulkan tiap tahun sejak 2016, tapi belum direkomendasi. Harapannya tahun ini bisa disetujui. (sumber: antara dengan pewarta Heru Suyitno & Editor: M. Hari Atmoko)
.

Temanggung #temanggungzone  – #regrann 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *