Jateng Langganan Gempa, BMKG Banjarnegara Usulkan Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Sekolah

by -60 views

BANJARNEGARA – Beberapa daerah di Jawa Tengah sering terjadi gempa bumi. Stasiun Geologi BMKG Banjarnegara menyarankan kepada para kepala daerah di Jawa Tengah untuk segera memasukkan materi mitigasi bencana ke dalam kurikulum sekolah. 

Menurut data, hampir dua bulan terakhir, beberapa wilayah Jawa Tengah diguncang gempa skala sedang. Informasi yang dihimpun dari BMKG, gempa dengan kekuatan 3-4 magnitudo dua kali mengguncang wilayah Jepara. Kemudian yang terbaru, gempa berkekuatan 5 magnitudo juga melanda Kabupaten Cilacap dan getarannya dirasakan sampai Bantul, Ciamis dan Purworejo.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhi mengatakan, peningkatan pemahaman terhadap mitigasi bencana sangat diperlukan agar masyarakat lebih menyadari potensi gempa yang ada di lingkungan sekitarnya.

“Karena yang terpenting bukan di mana titik gempanya terjadi. Melainkan apakah kita semua sudah menyiapkan mentalnya sedini mungkin. Termasuk menguatkan sarana infrastruktur yang ada di sekitar kita. Supaya kita siap mengantisipasi bencana gempa bumi. Apalagi kan gempa bisa terjadi kapan saja,” kata Aji, Senin (1/7/2019).

Aji menambahkan, pemda sudah harus sadar akan bahaya gempa yang bisa setiap saat muncul di wilayahnya. Saran kepada Pemda untuk menerapkan kebijakan building code atau menerapkan kekokohan bangunan. Langkah awalnya bisa menggelar rangkaian kegiatan sosialisasi kepada masyarakat setempat.

“Stasiun Geologi selama ini rutin menyambangi berbagai sekolahan untuk menyosialisasikan keamanan bangunan di titik rawan gempa. Salah satunya dengan menyelenggarakan sekolah lapang gempa bumi di beberapa sekolah di Cilacap,” ucapnya.

Harapan  dengan memasukkan materi mitigasi bencana di kurikulum sekolah, sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman bagi anak-anak dan para pendidik.

“Sebab kita juga sedang merintis ke arah situ. Yakni dengan melalui kegiatan sekolah lapang gempa bumi bertajuk BKKG goes to school,” tuturnya.

Propinsi Jawa Tengah termasuk daerah aktif gempa. Pihaknya menyebut bahwa rentetan gempa yang muncul jangan disikapi dengan kepanikan. Karena gempa tektonik muncul mengingat adanya aktifitas di zona subduksi dan sesar di daratan.

Lebih lanjut, hasil riset dari pakar gempa asal ITB, menyatakan Jawa Tengah bagian selatan masuk kategori zona megathrust. Potensi kegempaannya mencapai 8,7 magnitudo. 

Artikel dikutip dari idntimes.com
https://jateng.idntimes.com/news/jateng/fariz-fardianto/jateng-langganan-gempa-mitigasi-bencana-harus-masuk-kurikulum-sekolah/fullih

https://jateng.idntimes.com/news/jateng/fariz-fardianto/jateng-langganan-gempa-mitigasi-bencana-harus-masuk-kurikulum-sekolah/fullih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *