Kirab Budaya Ndalu Tahun 2019 Hangatkan Malam Kota Magelang, Para Taruna Akmil Turut Hibur Masyarakat

by -6 views

MAGELANG  – Kirab Budaya “Ndalu” 2019, Ratusan taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat IV turut meramaikan dengan berbagai atraksinya, di kawasan Alun-aun Kota Magelang, Sabtu (29/6/2019).

“Kirab Budaya Ndalu” merupakan rangkaian acar HUT ke-1.113  Kota Magelang.

Walikota Sigit Widyonindito, mengungkapkan Kirab Budaya “Ndalu” tahun ini terasa istimewa karena dibarengi dengan kirab pamitan taruna Akmil yang telah menempuh pendidikan di kawah candradimuka Akmil. Sedianya kirab taruna akan diselenggarakan Minggu (30/6/2019) siang.

“Kirab Budaya Ndalu malam ini agak lain daripada yang lain. Kebetulan anak-anak Taruna Akmil Angkatan IV selesai pendidikan ikut pamitan. Kami berterimakasih kepada Akmil karena ikut mengharumkan citra Kota Magelangsebagai kota Jasa yang Produktif,” ungkapnya, disela-sela kegiatan.

Parade Taruna Akademi Militer tampil membuka acara. Kirab budaya itu sekaligus menjadi ajang pamit taruna tingkat IV yang selesai menempuh pendidikan di Akmil.

“Kami harap ilmu yang diterima taruna dapat menjadi bekal mengabdi pada negara dan meniti karier militer. Pangkat di pundak harus diiringi profesionalitas dan menyadari kehadirannya untuk masyarakat,” katanya.

Setelah kirab taruna, dilanjutkan dengan kirab atau pertunjukan 34 kelompok terdiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, pelajar, kelompok seni, instansi swasta, sekolah dan masyarakat.

Di hadapan para tamu undangan, 34 peserta kirab memamerkan pertunjukan. Beragam tarian, kostum meriah, dan kendaraan hias ditampilkan masing-masing peserta.

Rombongan Dinas Perhubungan menampilkan kendaraan hias berbentuk kereta api untuk mengenang jasa sepur yang pernah melintasi Kota Magelang. Di kawasan Patrobangsan, Kramat, Pasar Rejowinangun, dan Tidar pernah berdiri stasiun yang kemudian mati seiring dengan dihentikannya jalur operasi kereta Yogyarakta-Secang pada 1976.

Layanan kereta yang terakhir melayani rute ini adalah Taruna Ekspres dan Borobudur Ekspres. Taruna Ekspres dimaksudkan sebagai sarana penunjang pesiar taruna Akabri (sekarang Akmil) ke Yogyakarta.

Berikutnya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang menampilkan kirab petugas kebersihan. Dengan semangat “pantang pulang sebelum bersih”, petugas kebersihan memiliki peran penting menjaga keindahan kota.

Pada libur Lebaran tahun 2019, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup mengangkut rata-rata 150 ton sampah setiap hari. Volume sampah meningkat salah satunya karena Kota Magelang dilalui jalur mudik.

Wali Kota Magelang  mengatakan, pelaksanaan kirab budaya tertunda agenda pemilu dan Hari Raya Idulfitri. Pelaksanaan kirab pada malam hari juga inisiatif baru yang ternyata mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

“Ini potensi yang harus kita tangkap. Kehidupan malam di Magelang yang baik, kita awali dengan kirab budaya ini,” ujar Sigit Widyonindito.

Acara ini merupakan alternatif hiburan bagi warga yang terbilang jarang, menyaksikan atraksi wisata malam hari. Ribuan orang berkerumun di sepanjang rute kirab, dari Jalan A Yani hingga Jalan Pemuda. Mereka berdesak-desakan di tepi jalan timur alun-alun Kota Magelang yang dijdikan lokasi panggung kehormatan.

Artikel dikutip dari Gatra.com Reporter: Angga Haksoro
https://www.gatra.com/detail/news/425348/lifestyle/kirab-budaya-ndalu-hangatkan-malam-kota-magelang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *