Pemerintah Kota Magelang Tetapkan Upah Guru Honorer Setara UMK

by -27 views

Magelang – Pemkot Magelang menetapkan upah Para guru tidak tetap (GTT) atau honorer di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang  sesuai dengan standar upah minimum regional (UMR) Kota Magelang sekitar Rp 1,7 juta per bulan.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, menyatakan kebijakan ini sudah diterapkan sejak 2017 lalu. Tujuannya tidak lain untuk menyejahterakan para pendidik yang telah bekerja mendidik anak-anak bangsa.

“Dua tahun ini saya tahu persis, para guru honorer yang tadinya dapat honor pas-pasan, ada yang Rp 300.000, Rp 400.000, Rp 600.000, nek bejo (kalau beruntung) Rp 800.000. Kemudian saya usulkan, sekarang jadi sesuai UMR Rp 1,7 juta per bulan,” kata Sigit, dihadapan para guru dan karyawan PAUD-SMA se-Kota Magelang di Gor Samapta Kota Magelang, Rabu (19/6/2019) lalu.

Dia mengaku dalam setahun Pemkot Magelang mengeluarkan anggaran Rp 3 miliar untuk guru-guru honorer. Peningkatan upah ini sebagai apresiasi pemerintah terhadap para guru yang telah bekerja mencerdaskan anak bangsa.

“Dua tahun ini saya tahu persis, para guru honorer dapat honor pas-pasan. Ada yang Rp 300 ribu, Rp 400 ribu, nek bejo (kalau beruntung) Rp 800 ribu. Saya usulkan, sekarang jadi sesuai UMK Rp 1,7 juta per bulan,” kata Sigit Widyonindito.

Komitmen mengajar para guru sejalan dengan visi Kota Magelang sebagai kota jasa yang modern dan cerdas. Sektor pendidikan merupakan salah satu ujung tombak bidang jasa dan pelayanan yang menjadi andalan Kota Magelang.

Staf bagian Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Hardiyanti mengutarakan, Keputusan itu tetap mempertimbangkan syarat kompetensi dan jam kerja minimal guru honorer. Banyak tenaga pengajar PAUD dan TK berstatus guru honorer.

“Guru honorer yang berhak menerima upah sesuai UMK harus berstatus tenaga pendidik dengan jenjang pendidikan minimal strata-1 (S-1). Harus ada syarat sesuai aturan Kementerian Pendidikan,” katanya.

Selain tenaga (guru) pendidik, kurikulum PAUD dan TK boleh mempekerjakan tenaga pendamping dengan minimal jenjang pendidikan SMA-Diploma-2 dan tenaga pengasuh lulusan SLTP-SMA.

Penerapan aturan tersebut kata Hardiyanti juga harus memperhatikan kemampuan lembaga pendidikan. Sebab di Kota Magelang hanya ada satu TK negeri yang anggaran operasionalnya ditanggung pemerintah.
 
Artikel dikutip dari Gatra.com Reporter: Angga Haksoro Ardhi 
https://www.gatra.com/detail/news/423253/politic/upah-guru-honorer-kota-magelang-setara-umk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *