Smart City Dorong Kota Berkembang Lebih Cepat dan Terarah

by -33 views

WONOSOBOZONE – Kabupaten Wonosobo baru saja ditetapkan sebagai satu di antara 100 Kabupaten/ Kota se-Indonesia yang berhak mendapatkan pendampingan penuh dari Pemerintah Pusat, dalam upaya merealisasikan program Kota Cerdas (Smart City). Memorandum of Understanding (MoU) atas penetapan tersebut ditandatangani oleh Bupati, Eko Purnomo di Hotel Santika Premiere Jakarta pada Rabu (15/5), bersamaan dengan peluncuran program menuju 100 Smart City Indonesia Tahap Ketiga, yang disaksikan pula Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dan Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo serta Ketua Apeksi, Airin Rachmy Diani.

Ditemui seusai acara, Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kementerian Kominfo Bambang Dwi Anggono menjelaskan terkait apa yang di maksud dengan Smart City. Menurutnya, Smart City ini merupakan konsep penyelenggaraan pemerintahan secara lebih inovatif, termasuk di dalamnya juga mencakup tata kelola perkotaan, hubungannya dengan dunia usaha sampai jaringan transportasi, dengan memanfaatkan teknologi antar sistem semacam Internet of Think (iOT), Cloud hingga Mobile Technology. Nah, yang diperlukan di awal, adalah bagaimana pemerintah daerah membangun berbagai macam inovasi, karena smart City ini tujuannya adalah mendorong perkembangan Kota secara lebih cepat.

Bambang juga menambahkan, Smart City merupakan program yang dikembangkan melalui cara-cara yang inovatif. jadi Smart City juga tidak selalu berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saja.

Nah, inovatif ini starting point atau awalnya adalah merubah apa yang saat ini ada, atau existing, dengan cara cara baru. Cara cara baru ini sifatnya bukan sebatas sektoral, misalnya bukan hanya sektor kependudukan saja, bukan perdagangan saja, tetapi kita menggabungkan dari berbagai macam sektor itu menjadi satu Standard Operational Procedure yang terintegrasi, baru kemudian kita gunakan teknologi untuk mengakselerasi mentrigger, dan sebagainya,” ungkapnya.

Bambang mencontohkan cara cara smartcity yang tidak harus berbasis teknologi adalah, bagaimana kita mengatur parkir, parir itu kan tidak harus menggunakan teknologi mahal seperti di mal mal, tapi bagaimana kita membantu orang menemukan parkir dengan cepat. Contoh lain ketika kita mengatur air, agar tidak sampai ada genangan atau sampai banjir. Bagaimana mengatur air itu selaras ketika banjir atau hujan deras tidak ada genangan, itu adalah sebuah cara sederhana. Atau mungkin bahkan ketika kita melihat ada satu sungai, biasanya menjadi sumber banjir karena arus deras, maka kita berpikir dari semula menghadirkan bencana bisa menjadi sebuah energy bagi kota. Untuk memperudahnya, unsur IT masuk dengan manajemen berbasis teknologi, begitu cara berpikirnya.

Lebih lanjut Bambang juga menjelaskan, dalam program ini Kementerian Kominfo tidak sendirian, beberapa Kementerian juga ikut andil didalamnya.

Kementerian Kominfo tidak single ministry atau kementerian tunggal. Beberapa kementerian lain yang juga terlibat secara aktif adalah Kementerian Dalam Negeri, Kemudian ada Kementerian Pekerjaan Umum dalam rangka menciptakan Kota yang lebih tertata rapi dari sisi tata ruang dan infrastruktur, serta membuat kota menjadi lebih hijau. Ada pula kementerian Lingkungan Hidup, dalam hal penataan lingkungan, Kementerian Kesehatan dalam upaya mewujdukan smart health care, Kementerian Tenaga Kerja untuk pengelolaan tenaga kerja, sampai Kementerian pendidikan dan Bappenas,” bebernya.

Smart City juga sebuah konsep yang mestinya juga berjalan di daerah, tentu dengan masterplan alias perencanaan yang bagus. “Nantinya apabila ada kendala, silahkan dikomunikasikan ke kami di untuk kemudian bisa kami bantu, tapi intinya adalah pada masterplan,” pungkas Bambang.

Dalam forum dialog tersebut dihadiri Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kementerian Kominfo Bambang Dwi Anggono, Bupati Wonosobo Eko Purnomo, Ketua DPRD Afif Nurhidayat, Kepala Dinas Kominfo Eko Suryantoro, serta Kepala Bidang Informatika Dinas Kominfo, Sulistiyani. (W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *