Memasuki Bulan Ramadan, Harga Bawang Putih di Kabupaten Magelang Melonjak

by -22 views

MAGELANG – Beberapa hari memasuki bulan Ramadan, komoditas kebutuhan pokok di Kabupaten Magelang mulai mengalami kenaikan harga.

Salah satunya adalah komoditas bawang putih. Harga bawang mengalami kenaikan secara signifikan, diduga karena tak ada stok barang.

Salah satu pedagang di Pasar Muntilan, Sri Katimah (65), membenarkan jika harga bawang putih terus mengalami kenaikan.

“Ini tadinya hanya Rp 30ribu per kilogram menjadi Rp 48 kilogram untuk bawang cincau. Dari Rp 35ribu naik menjadi Rp 55ribu per kilogram untuk bawang kating. Naiknya cukup banyak,” ujar Katimah, Rabu (8/5/2019) saat ditemui di kiosnya di Pasar Muntilan, Kabupaten Magelang.

Katimah mengatakan, kenaikan ini terjadi sebelum puasa. Naiknya harga diketahui karena stok bawang putih yang kini sudah langka.

“Sudah sebelum puasa naiknya. Barangnya yang sedikit, makanya harganya naik. Pembeli ya tetap beli, tetapi jumlahnya yang dikurangi. Biasanya sekilo, ini belinya cuma setengah, atau seperempat kilogram,” katanya.

Sama dengan bawang putih, harga bahan pokok lain juga merangkak naik.

” Harga gula pasir juga naik walau sedikit jadi Rp 11ribu. Gula jawa naik Rp 1.000, sekarang Rp 15 ribu per kilogram. Beras, biasanya 10ribu, sekarnag 9,5ribu. Telur masih stabil di angka 23ribu per kilogram,” tutur Katimah.

Sama halnya dengan penjual lain, harga bawang putih bisa mencapai Rp 53-55ribu per kilogram untuk kating. Bawang cincau dihargai Rp 43-45ribu per kilogram.

“Naiknya memang sudah seminggu ini, karena sedikit stoknya,” kata salah seorang penjual lain di pasar Muntilan.

Berdasarkan pendataan oleh Pemkab Magelang, Kekurangan terjadi pada bawang putih. Bawang putih tidak memiliki persediaan, sementara kebutuhan mencapai 472 ton. 

Bawang merah tersedia sebesar 128 ton, sementara kebutuhan 745 ton, sehingga masih kekurangan 617 ton.  

“Ini perlu diwaspadai. Stok bawang merah dan putih yang masih kurang. Bulog agar dapat bekerja sama dengan distributor untuk memastikan ketersediaannya, termasuk kacang tanah meski kecil,” kata Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, Senin (29/4/2019) pada rakor terpadu di Ruang Rapat Bina Karya, Setda Kabupaten Magelang.

Adi juga menyoroti harga bahan pokok dan penting. Ia menilai tidak ada fluktuasi harga yang mencolok untuk bahan pokok dan penting.

“Harga kami rasa masih stabil. Untuk beras premium sebesar Rp 11ribu, beras medium 10 ribu, gula pasir 11 ribu. Kecuali daging ayam yang semula Rp 27ribu naik menjadi 30ribu per kilogram,” katanya.

Untuk memastikan stok dan harga bahan pokok dan penting stabil dan cukup, sejumlah upaya akan dilakukan. Salah satunya dengan melaksanakan operasi pasar, bazar ramadhan, dan pasar murah sembako di kecamatan-kecamatan di Kabupaten Magelang.

Artikel dikutip dari Tribunjogja.com Penulis Rendika Ferri, link
http://jogja.tribunnews.com/2019/05/08/memasuki-bulan-ramadan-harga-bawang-putih-di-kabupaten-magelang-melonjak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *