Jadi Narasumber Pada Kuliah Umum UI, Pemkab Wonosobo Serukan Inisiasi Open Data Keuangan Desa

by -46 views

WONOSOBOZONE – Sebanyak 300 orang mahasiswa Program Studi Administrasi Keuangan, Perbankan dan Akuntansi mengikuti kuliah umum Manajemen Desa antara Pemanfaatan, Tranparansi dan Partisipasi Pembangunan dengan sub tema Open Government menuju Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan di Auditorium Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia.

Pada kesempatan tersebut pemerintah Kabupaten Wonosobo diberikan ruang untuk berbagi pengalaman tentang inisiasi Open Government khususnya di bidang pengelolaan keuangan desa melalui Gerakan Open Data Keuangan Desa.
Kepala Bagian Pemerintahan Setda Wonosobo, Tono Prihatono di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa Program Pendidikan Vokasi UI merasa tertarik dengan inisiasi Open Data Keuangan Desa yang diterapkan di Wonosobo, karena merupakan yang pertama di Indonesia dan sejak bulan Maret 2019 Universitas Indonesia melakukan riset tentang penerapan Open Data Keuangan Desa di Wonosobo.

Hal tersebut ditegaskan oleh Deni Danial Kesa, MBA, Ph.D, Manajer SDM, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat pada saat membuka kuliah umum “Kenapa Wonosobo dihadirkan disini? Karena Wonosobo menjadi kabupaten yang pertama di Indonesia yang telah mampu menyajikan data keuangan seluruh desanya tanpa terkecuali secara terbuka dan transparan. Hal tersebut merupakan penjabaran konsep open government pada tatanan implementasi (praktik) yang sangat penting untuk diketahui dan dipahami oleh mahasiswa”.

Puncaknya pada hari Kamis, 2 Mei 2019, Kabupaten Wonosobo diberikan kesempatan untuk menjadi salah satu narasumber pada kuliah umum bersama dengan narasumber lainnya Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Astera Primanto Bhakti dan Pakar Pemerintahan Daerah, Prof. Dr. Irfan Ridwan Maksum, M.Si.

Aldhiana Kusumawati, Kasubag Keuangan dan Aset Desa, Setda Kabupaten Wonosobo pada kesempatan kuliah umum tersebut, memaparkan tentang latar belakang, proses dan kebijakan Open Data Keuangan Desa serta manfaat perubahan yang diperoleh selama 2 (dua) tahun terakhir ini. Aldhiana menyebutkan bahwa Wonosobo meyakini : proses akuntabilitas keuangan desa hanya akan efektif jika warga terlibat dan mendapatkan informasi. Keterbukaan pemerintah desa sebetulnya merupakan kunci untuk mendongkrak partisipasi warga dalam pembangunan desa. Harapannya prinsip “Saya Desa, Saya Terbuka” bisa menular ke seluruh desa di Nusantara.

Pemkab Wonosobo Jadi Nara Sumber saat memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia

Pada hari tersebut, Wakil Bupati Wonosobo, Ir. Agus Subagiyo, M.Si dan Asisten Pembangunan Sekda Kabupaten Wonosobo, Sumaedi, SH, M.Si, juga hadir. Wakil Bupati Wonosobo menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada Wonosobo dan beliau mendorong para mahasiswa untuk ikut menyumbangkan ide dan gagasannya demi kemajuan desa di Indonesia.

Selanjutnya sejak hari itu pula, Pemerintah kabupaten wonosobo dan Universitas Indonesia, sepakat untuk mengadakan kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. “Wonosobo, membutuhkan kontribusi akademisi untuk memajukan daerahnya, dengan kerjasama ini harapannya Universitas Indonesia dapat membantu melakukan assesment kondisi Wonosobo seperti apa dan merumuskan bersama rencana tindak lanjut program pengabdian masyarakat yang dapat dilakukan oleh Universitas Indonesia di Wonosobo,” terang Bapak Sumaedi mengakhiri acara ramah pemerintah Kabupaten Wonosobo dengan Sivitas Akademika Program Vokasi Universitas Indonesia. (W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *