Sambut Bulan Ramadan, Tradisi Sadran Gedhe Gumelem Banjarnegara Digelar

by -246 views

BANJARNEGARA – Melestarikan budaya di Desa Gumelem Wetan Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara, tradisi nyadran dikemas dalam rangkaian kegiatan yang meriah, dikenal Sadran Gedhe.

Tradisi nyadran masih dilestarikan sebagian masyarakat Jawa untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Koordinator Acara Bidang Media Sadran Gedhe Gumelem 2019, Satrio mengatakan, even yang memadukan budaya dan religi ini akan dimulai hari Sabtu, 27 April 2019 dengan kegiatan pembukaan diiringi pengajian atau tahlil akbar di Desa Gumelem Wetan.

Kegiatan dilanjutkan sampai harinya, Minggu (28/4/2019) dengan berbagai lomba menarik, meliputi lomba desain batik, menulis sejarah Gumelem, audisi Kakang Mbekayu, hingga penampilan kesenian musik tradisional kenthongan. “Lomba diikuti siswa, terbuka,” kata Satrio.

Sebelum gelaran puncak acara kirab pada Kamis, 2 Mei 2019, masyarakat bisa menikmati hiburan kesenian tradisional pada Selasa malam, (30/4). Kegiatan malam itu akan menampilkan kesenian Bandhan dan Lengger Lanang. Bandhan disebutnya tradisi yang terancam punah sehingga coba dihidupkan kembali.

Ritual magis ini mungkin mirip dengan trik sulap. Seorang pemeran tangannya akan diikat lalu dimasukkan dalam karung yang tertutup kain.

“Menariknya, ia yang saat masuk mengenakan pakaian biasa dengan tangan terikat, keluar dengan perubahan penampilan mengenakan pakaian adat,” ucap Satrio.

Adapun lengger lanang menjadi pertunjukan yang sudah familiar di bumi Banyumasan. Seni pertunjukan ini memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri karena penarinya adalah pria yang berdandan menyerupai perempuan.

Penampilan kesenian tradisional ini sekaligus untuk menyambut tamu khusus dari keluarga Keraton Surakarta, Keraton Yogyakarta, keraton Cirebon dan Keraton Jepara yang akan hadir dalam rangkaian acara itu.

Gumelem punya ikatan dengan keraton itu lantaran sejarah Ki Ageng Giring di desa ini terkait dengan Kerajaan Mataram di masa silam.

Acara puncak yang paling ditunggu adalah kirab babad dalan Giring pada Kamis pagi (2/5/2019). Perjalanan kirab dimulai dari Balai Desa Gumelem menuju makam Girilangan yang berlokasi di atas bukit.

Peserta kirab membawa serta hasil bumi dan makanan yang dikemas dalam tenong untuk acara selamatan. Di komplek makam itu, makanan yang telah didoakan secara Islam akan dinikmati bersama sebagai wujud syukur kepada Allah.

Selamatan ini dilakukan setelah mereka berziarah dan resik makam yang menjadi inti acara Nyadran. Selesai ritual Nyadran, masyarakat akan dihibur dengan kesenian Ujungan yang merupakan ritual adat untuk meminta hujan.

“Sadran berarti membersihkan diri sebelum datangnya puasa. Ritual budaya ini dihadirkan sekaligus untuk menarik pengunjung agar ikut memeriahkan acara itu,” katanya

Artikel dikutip dari TribunJateng.com Penulis Khoirul Marzuki, link http://jateng.tribunnews.com/2019/04/26/sadran-gedhe-gumelem-banjarnegara-sambut-bulan-ramadan?page=2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *