Kartini Saat ini Harus Siap Hadapi Tantangan Modernitas di Era Globalisasi

by -245 views

WONOSOBO,- Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Wonosobo digelar dengan mengadakan upacara dan seminar Hari Kartini, di Pendopo Bupati Wonosobo, Senin (22/4). Acara tersebut diikuti oleh ratusan ASN yang berasal dari berbagai Instansi yang ada di Kabupaten Wonosobo. Dalam mengikuti upacara tersebut,para ASN Wanita menggunakan pakaian Kebaya dan yang Pria menggunakan pakaian bermotif Batik.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Bupati Wonosobo Eko Purnomo mengatakan, semangat perjuangan Kartini dapat dimaknai sebagai sebuah refleksi dan spirit bagi semua, khususnya perempuan untuk meningkatkan potensi serta kualitas diri. Karena atas perjuangan Raden Ajeng Kartini untuk memajukan perempuan Indonesia, yang sedikit demi sedikit, dapat diwujudkan dan diimplementasikan oleh kaumnya. Sudah banyak tokoh-tokoh perempuan, baik itu di Indonesia maupun Jawa Tengah, dan terlebih khusus di Kabupaten Wonosobo, yang berprestasi, serta bisa membuktikan diri menjadi figur yang kuat, dan bisa dibanggakan oleh kaumnya sendiri, maupun oleh masyarakat pada umumnya. Namun demikian, perjuangan perempuan masih dihadapkan pada berbagai macam peluang serta tantangan yang semakin besar.

Bupati juga berharap melalui momentum ini para perempuan Indonesia, khususnya Wonosobo untuk terus berupaya meningkatkan perannya dan juga harus berkarya, demi kemajuan bangsa dan Negara, tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan. Apalagi sebagai perempuan yang dibesarkan dalam adat ketimuran, dimana perempuan adalah lambang keluwesan, kelembutan dan kesopanan.
“Saya juga menekankan kepada perempuan di Kabupaten Wonosobo, agar tidak hanya sekadar konco wingking suami, tetapi harus mandiri. Tunjukkan bahwa perempuan mampu tidak bergantung pada suami”. tandas Bupati.

Hal senada juga diungkapkan oleh Fairus Eko Purnomo, yang juga Istri dari Bupati Wonosobo tersebut. Dalam seminar hari Kartini Fairus berharap agar para perempuan tidak hanyut dalam era kekinian, Salah satu pengaruh yang terjadi ialah, bagaimana pola pikir pada generasi ini menjadi serba praktis, sehingga generasi ini terjebak dalam kecanggihan teknologi. Dengan dalih semua bisa didapat dengan mudah, hanya dengan mengklik salah satu item pada gadjet, misalnya, bisa sudah langsung pilih menu makanan untuk siap di antar kedepan rumah, belum lagi banyaknya aplikasi pada gadjet yang menarik perhatian seperti Instagram, FB, Twitter, dan lain sebagainya, semua itu menghiasi perjalanan hidup manusia di era ini.

Fairus juga menambahkan, kaum perempuan harus berwawasan, karena dirinya adalah tombak dalam pendidikan keluarga bagi anak-anaknya. Sudah waktunya perempuan harus memunculkan diri pada ranah publik, mengisi kemerdekaan dengan cara yang lebih elegan, memerdekaan diri, membangun ruang publik dan tantangan modernitas merupakan hal dasar bagi perempuan untuk mengisi kemerdekaan. Tandasnya.

Pada Seminar tersebut dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama organisasi wanita di kabupaten Wonosobo tentang pengurangan sampah plastik, dalam rangka Wonosobo Go Green, dengan berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik pada setiap kegiatan yang dilaksanakan baik individu maupun organisasi. (WTA)

0 thoughts on “Kartini Saat ini Harus Siap Hadapi Tantangan Modernitas di Era Globalisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *