PETANI SALAH BANJARNEGARA KIAN TERPURUK LANTARA HARGA JUAL ANJLOK

by -40 views

BANJARNEGARA – Musim panen raya rambutan dan mangga telah berakhir. Membanjirnya buah itu kerap memicu harga salak menjadi semakin jatuh di pasaran.

Terlebih, produksi salak saat ini cukup langka. Biasanya, saat pasokan sedikit, harga salak di tingkat petani maupun pasaran menjadi tinggi atau naik dari harga normal.

Tetapi di saat mangga dan rambutan sudah jarang di pasaran, serta pasokan salak di tingkat petani langka, harga salak tak kunjung naik seperti normalnya.

Petani salak di Kabupaten Banjarnegaramengeluhkan rendahnya harga jual dalam beberapa bulan terakhir ini. Terlebih, salak menjadi komoditas andalan masyarakat Banjarnegara, terutama di dataran tinggi.

Sentra tanaman buah itu tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Sigaluh, Madukara, Banjarmangu, Karangkobar, Kalibening, hingga Wanayasa.

Karyanto, petani di Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara mengatakan, harga salak di tingkat petani saat ini hanya di kisaran Rp 2.000 hingga Rp 2.500 per kilogram.

“Padahal salaknya langka, tapi harga tetap rendah,” katanya.

Dengan harga demikian, petani susah mendapatkan untung. Terlebih produksi buah saat ini sedang langka. Tidak lagi banyak hasil panen yang bisa dijual.

Menurut Karyanto, saat seperti ini, dalam kondisi normal, harga salak biasanya sudah naik di kisaran Rp 4 ribu per kilogram.

“Harga salak memasuki titik terendahnya pada Januari dan Februari 2019. Saat itu, harga salak di tingkat petani bahkan hanya mencapai Rp 1.000 per kilogram,” pungkasnya.

Dikutip dari TribunJateng.com
Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
http://jateng.tribunnews.com/2019/04/08/petani-salak-banjarnegara-kian-terpuruk-harga-jual-tidak-bisa-mencapai-rp-4-ribu-per-kilogram?page=2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *