Bupati Wonosobo Beri Pembekalan Taruna AKMIL

by -52 views

WONOSOBOZONE – Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, di hadapan ratusan taruna dan taruniAkademi Militer Magelang, memberi paparan awal seputar Profil KabupatenWonosobo, termasuk visi dan misi Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jum’at, 30November di kampus AKMIL Magelang.Paparan awal ini merupakan bagian dari pembekalan bagi taruna dan taruniAKMIL, yang akan mengadakan kegiatan Latihan Praja Bhakti Taruna Akademi Militer Tingkat II dan III di Kecamatan Kaliwiro dan Wadaslintang, yang manakegiatan tersebut direncanakan pada tanggal 2 sampai 7 Desember 2018.Eko Purnomo memaparkan seputar Kabupaten Wonosobo dimulai dari letak geografis yang terletak di wilayah pegunungan, dan secara administratif, terbagimenjadi 15 kecamatan, 236 desa, dan 29 kelurahan, yang mana masing-masing wilayah memiliki potensi unggulan yang khas dan prospektif secara ekonomi.Termasuk luas wilayah yang mencapai 98.468 hektar dan jumlah penduduk saat iniberdasarkan data di DISDUKCAPIL sampai akhir tahun 2017 mencapai 861.589 jiwa. Terkait Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Wonosobo, dijelaskan Eko, tidaklepas dari dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),yang mana berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang SistemPerencanaan Pembangunan Nasional, dokumen Rencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah (RPJMD) merupakan dokumen perencanaan pembangunandaerah untuk periode 5 (lima) tahun yang merupakan penjabaran dari visi, misi danprogram kepala daerah yang berpedoman kepada RPJP Daerah danmemperhatikan RPJM Nasional. RPJMD juga memuat strategi dan arah kebijakanpembangunan, kebijakan umum dan program pembangunan daerah, indikasirencana program prioritas, serta indikator kinerja daerah.Sementara itu, dalam RPJMD Kabupaten Wonosobo Tahun 2016-2021, visiPemerintah Kabupaten Wonosobo, dijabarkan dalam tujuan, sasaran, strategi danarah kebijakan pembangunan, yakni “Terwujudnya Wonosobo Bersatu untuk Maju,Mandiri dan Sejahtera untuk Semua”. Visi tersebut kemudian dijabarkan juga ke dalam berbagai bentuk programdan kegiatan pembangunan, beserta rencana pendanaannya yang akandilaksanakan dalam 5 (lima) tahun ke depan, sebagai respon atas kondisi,kebutuhan dan aspirasi masyarakat Wonosobo. Selain itu, RPJMD juga disusun dengan mengintegrasikan rencana tata ruangdan rencana pembangunan daerah, yaitu selain memuat program sektoral dan lintassektoral juga memuat program kewilayahan sehingga pembangunan yangdilaksanakan memperhatikan aspek ruang dan kewilayahan. Hal ini diharapkan bisamengoptimalkan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat KabupatenWonosobo. Visi Pemerintah tersebut, disebutkan Eko, akan dicapai melalui lima misipembangunan, yakni meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam kehidupanberbangsa, bernegara dan bermasyarakat, meningkatkan capaian kinerja danpemajuan penyelenggaraan pemerintahan, meningkatkan kemandirian daerah,meningkatkan kesejahteraan dan pemerataannya dan melakukan harmonisasiprinsip berkelanjutan dan berkesinambungan sebagai prinsip pembangunan daerah.Sedangkan terkait target Pemerintah Kabupaten Wonosobo, yakni penurunanangka kemiskinan, serta percepatan dan peningkatan ekonomi, Pemerintah Daerahfokus dengan membangun desa, melalui optimalisasi Dana Transfer ke Desa, yang

meliputi Dana Desa yang bersumber dari APBN, Alokasi Dana Desa yangbersumber dari APBD, serta Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi yang bersumberdari APBD. Hal ini sejalan dengan lahirnya Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun2014 yang memberikan kekuatan baru bagi desa, dimana desa saat ini memilikikewenangan untuk mengatur dan mengurus dirinya sendiri, dan berfungsi sebagaisubyek pembangunan. Dengan adanya Dana Tranfer ke Desa ini, pihaknya akanterus berupaya meningkatkan pelayanan publik di desa, pengentasan kemiskinan,peningkatan perekonomian desa, pengurangan kesenjangan pembangunanantardesa, serta penguatan masyarakat desa sebagai subyek pembangunan.Yang mana hal ini menuntut desa berlaku sebagai subyek pembangunanyang mandiri, berkembang dan semakin kokoh kemandiriaanya dalam meningkatkankesejahteraan, dan meningkatkan kualitas hidup. Namun demikian, selama kurunwaktu empat tahun implementasi Undang-undang Desa, beragam hal menjadicatatan, mulai dari regulasi, perencanaan dana transfer, hingga partisipasi wargadalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa.Untuk menjawab beragam tantangan, diterangkan Eko, beberapa inovasi danpraktik-praktik baik, telah dilakukan oleh desa, pemerintah kabupaten dan parapenggiat desa di Wonosobo, dengan membangun, bersinergi dan menciptakaninovasi perubahan di desa. Diantaranya melakukan inovasi tata kelola desa, denganmenerapkan perencanaan apresiatif, open data dan e-budgeting keuangan desa,keterbukaan informasi desa serta kolaborasi para mitra berupa kerjasama denganlembaga donor dan Organisasi Perangkat Daerah, yang kesemuanya masuk dalamKebijakan Open Data Keuangan Desa, yang berlaku di seluruh desa di KabupatenWonosobo.Adapun penerapan Kebijakan Open Data Keuangan Desa tersebut,diimplementasikan dalam sebuah Sistem Informasi Desa Terintegrasi, yang manaWonosobo menggunakan aplikasi mitra desa, yang memuat tata kelolakependudukan, pelayanan, kemiskinan, keuangan desa. Semuanya terintegrasidengan data kabupaten. Saat ini, data keuangan dan perencanaan sendiri telahterintegrasi. Melalui penerapan sistem inovatif tersebut, saat ini penyaluran Dana Transferke Desa, yang tahun ini sejumlah 276,7 milyar rupiah, bisa termonitoring, mulai dariperencanaan, penerapan sampai pelaporan, sehingga target bisa tepat sasaran danmengurangi resiko berhadapan dengan aparat penegak hukum.Ditamabhakan Eko, sebagai daerah yang pro investasi, banyak hal yangmenjadi fokus perhatian agar pembangunan investasi di Wonosobo, termasuk dibidang kepariwisataan dapat terselenggara secara optimal dan progresif, yakniantara lain dengan kualitas pelayanan publik, seperti prosedur perijinan yang cepatdan terpadu, infrastruktur yang mendukung, dan keamanan yang terjamin.Dengan semboyan daerah ”Wonosobo ASRI” yakni aman, sehat, rapi, danindah, serta sebagai salah satu kota kecil terbersih di Indonesia, diharapkan menjadisatu modal untuk menjadi tujuan investasi yang strategis dan prospektif bagi paracalon investor. Seiring dengan semangat “Terwujudnya Wonosobo Bersatu Untuk Maju,Mandiri, dan Sejahtera Untuk Semua”, yang merupakan Visi Kabupaten Wonosobo,kita semua bertekad untuk mengelola kepariwisataan dan kebudayaan secara lebihterkoordinatif, jelas, dan stressing pada membentuk cara berpikir masyarakat agarlebih terpola dan terkondisikan sebagai masyarakat daerah pariwisata.

Sementara itu, Komandan Resimen Taruna AKMIL, Kolonel Ari Yulianto,S.IP., menyambut baik pembekalan awal yang diberikan Bupati Wonosobo. Iaberharap, melalui paparan ini akan memberikan gambaran kepada para Taruna danTaruni sehingga pada saatnya nanti saat latihan, mereka punya bekal pengetahuandan wawasan yang cukup tentang Wonosobo dan daerah tempat latihan mereka.Dalam kesempatan tersebut, DANDIM 0707 Wonosobo, Letkol.Czi.FauzanFadli dan dari POLRES Wonosobo, ikut memebrikan paparan seputar kondisikamtibmas Wonosobo secara umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *