Grebeg Parakan Meriahkan HUT 184 Temanggung

by -26 views

TEMANGGUNG – Tahun ini Kabupaten Temanggung bertambah usia menjadi genap berusia 184 tahun. Dan mulai tahun ini pula, perayaan HUT Temanggung akan diisi dengan serangkaian kegiatan massal bertajuk Grebeg Parakan. Selain itu juga tetap akan ada kegiatan seperti tahun-tahun sebelumnya yakni jalan santai, Temanggung Night Carnival, Malam Muda Mudi (pesta rakyat) dan acara meriah lainnya yang diselenggarakan di Temanggung dan beberapa kecamatan lain.

Tafta selaku event organizer penyelenggaraan hari jadi mengatakan, khusus di acara Grebeg Parakan akan ada mujahadah, pawai, kirab Songsong Djojonegoro, pertunjukan budaya, pengajian akbar, dan acara lainnya yang akan diselenggarakan di Kota Parakan. “Untuk Mujahadah, akan berlangsung 8 november nanti di Masjid Al-Barokah Bambu Runcing Parakan pukul 7 malam,” terang Tafta.

Sedangkan kirab grebeg parakan, lanjut Tafta akan dilaksanakan pada hari berikutnya pukul 2 siang dengan route dari Masjid Al Barokah menuju Jl. KH. Subkhi kemudian melewati Jl. Kosasih serta JI. Letnan Suaji dilanjutkan ke Jl. Aip Mungkar dan berakhir di Ex Kawedanan Parakan.

Tak sampai di situ, dihari-hari selanjutnya pun dikatakan Tafta masih ada berbagai rangkaian acara meriah lainnya, seperti penggantian songsong joyonegoro pada hari Jumat malam 9 November dilanjut upacara dihari sabtu serta jalan sehat tanggal 11, 18 dan 25 November di Kecamatan Candiroto, Kedu dan Kecamatan Kranggan. “Ada pengajian akbar juga di tanggal 15 dan Temanggung Night Festival di tanggal 17,” terang Tafta.

Sementara acara malam muda-mudi, lanjut Tafta akan diselenggarakan pada malam 24 November di alun-alun, taman pancasila dan kecamatan Ngadirejo.

Tafta menambahkan, Grebek Parakan pada perayaan HUT Temanggung ke 184 ini merupakan pengingat kepada khususnya warga masyarakat Kabupaten Temanggung tentang peristiwa Boyong Menoreh, karena dahulu ibukota Kabupaten Menoreh berada di Kota Parakan namun seusai Perang Diponegoro maka diboyong lah ibukota ke Temanggung dan kini bernama Kabupaten Temanggung. “Untuk mengenang sejarah boyong menoreh itu, maka mulai tahun ini kita gelar Grebeg Parakan pada setiap perayaan HUT Temanggung, semoga bermanfaat untuk masyarakat,” ungkap Tafta.

Ia pun berharap, event-event serupa dapat menjadi wadah pelibatan masyarakat melalui komunitas dan kelompok seni budaya, sehingga tumbuh rasa memiliki terhadap budaya lokal dan perkembangannya. Menurut nya, sejarah daerah juga menjadi aset berharga. Melalui event ini, nantinya masyarakat baik Temanggung maupun luar daerah akan dapat memahami dan bangga bahwa kita memiliki akar budaya yang agung dan luhur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *