Tunggu Hujan, Bawang Putih Siap Tanam

by -37 views

TEMANGGUNG – Setelah musim tembakau usai, kini beberapa petani di lereng gunung Sumbing-Sindoro Kabupaten Temanggung bersiap untuk menanam bawang putih. Beny, salah satu petani desa Jambu Kecamatan Kledung mengatakan, lahan di daerahnya memang belum siap untuk ditanami bawang putih karena kadar air dalam tanah belum memungkinkan, seandainya ditanam pun hanya akan membuat benih rusak. “Di Kledung belum bisa nanam bawang putih, sekarang saja saya nanamnya di lahan ibu saya di desa Kapencar kecamatan Kertek Wonosobo,” ungkap Beny kepada Suara Merdeka, Selasa (30/10).

Meski begitu, ia bersama kelompok tani Desa nya yaitu kelompok tani “Lestari Makaryo” telah melakukan banyak persiapan sembari menunggu turunnya hujan. Persiapan dari anggota sendiri, jelas Beny, sebagian besar dari mereka sudah menyiapkan lahan sebagaimana yang dibutuhkan tanaman bawang itu sendiri seperti membentuk gundukan tanah atau yang biasa disebut dengan bedengan dan memberinya mulsa atau plastik khusus pada gundukan tanah tersebut. Namun untuk hari penanaman nya dikatakan Beny benar-benar masih menunggu kadar air dalam tanah tercukupi lebih dahulu. Meski hujan gerimis sebelumnya sudah turun, menurut Beny itu belum mencukupi kebutuhan air dalam tanah. “Rata-rata mereka sudah mencetak lahanya tinggal nunggu hujan saja karena lahannya belum basah,” ucap Beny.

Sementara, terkait himbauan pemerintah kepada petani untuk melakukan tanam bawang putih sebanyak dua kali masa tanam setiap tahunnya guna mencukupi kebutuhan. Menurut Beny, kawasan kledung tidak bisa penuhi permintaan pemerintah sebab ketika musim kemarau bulan April sampai September tanahnya benar-benar kering dan membuat tanaman bawang mungkin akan layu. Tahun kemarin pun, sambung Beny, yang menanam setelah bulan Desember ibarat kata orang dulu “wes hudu mangsane” alias sudah bukan musimnya lagi dan rata-rata petani mengalami kegagalan. “Sedikit sekali kelompok tani yang berhasil untuk tahun lalu,” terang Beny. Ia menambahkan, melihat sifat bawang yang membutuhkan cahaya cukup dalam suhu dingin, cocok bila ditanam pada awal musim kemarau.

Hanya saja kawasan kledung minim sumber air. Mungkin, masih menurut Beny, yang bisa dua kali tanam dalam setahun itu salah satunya daerah Kalirejo, dimana desa itu termasuk daerah tinggi dengan ketinggian sekitar 900-an mdpl. Di sisi lain, Kalirejo memiliki banyak sumber air dari irigasi desa-desa yang berada di atasnya, sehingga ketika awal musim kemarau bisa mulai menanam. “Tak hanya awal musim kemarau, sehabis musim tembakau atau sebelum Januari pun juga bisa nanam dan teruji tahun kemaren desa Kalirejo tergolong cukup berhasil,” pungkas Beny.

Turunnya hujan juga dinanti Ihsantyo dan Margo Utomo, petani dari Bansari yang juga sudah mempersiapkan segalanya untuk menanam bawang putih. Ihsantyo mengatakan dulunya bawang putih merupakan tanaman rutin usai musim tembakau, namun sempat berhenti sejak harga bawang lokal hanya Rp. 1.000 dan dua tahun belakangan mulai rame lagi.

Kepala Dintanpangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin, mengakui tanaman bawang di Temanggung masih mengandalkan satu musim tanam, yaitu setelah tanam tembakau. Sehingga diharapkan nantinya bawang putih dapat ditanam tanpa mengenal musim. Oleh karena itu, tahun depan penanaman diarahkan ke daerah dataran rendah yang ada sumber airnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *