Ratusan Peserta Ikuti Seminar Kesehatan Jiwa

by -48 views

TEMANGGUNGZONE – Dalam rangka memperingati hari kesehatan jiwa yang jatuh pada 10 Oktober lalu dan sekaligus menyambut Hari Kesehatan Nasional pada 12 Nopember nanti, Panitia HKN (Hari Kesehatan Nasional) ke-54 Kabupaten Temanggung menyelenggarakan seminar Kesehatan Jiwa, Sabtu (27/10).

Seminar dengan tema “SEHAT MENTAL, MODAL DASAR PEMBANGUNAN KESEHATAN SEMESTA” itu diikuti oleh ratusan peserta dari para Anggota Organisasi Profesi di Temanggung dan para Pekarya kesehatan serta para pemerhati kesehatan jiwa. Selain itu, peserta juga banyak yang berasal dari luar daerah.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi dari berbagai narasumber. Sedikitnya ada lima pemateri, empat dokter dan satu perawat jiwa yaitu Ns. Abdul Jalil yang memberikan materi tentang “Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Psikiatri”. Sementara Dr. Exnacius memberikan materi tentang “Deteksi Dini Gangguan Jiwa untuk Nakes di FKTP”, Dr. Kornelis Ibrawansyah memberi materi “Histeria dan Mogok Makan pada Anak”, Dr. Ratna Dewi Pangestuti memberi materi “Baby Blues pada Bumil dan Paska Salin Kaitannya dengan Kesehatan Jiwa Anak” sedangkan materi Kode Etik Kedokteran Indonesian (KODEKI) diberikan oleh Dr. Antoni selaku Ketua Ikatan Dokter Indonesian (IDI) Temanggung.

Ketua panitia seminar Dr. Umi dalam sambutannya mengatakan, masalah kesehatan jiwa saat ini menjadi salah satu prioritas program kesehatan nasional karena masih banyak ditemukan kasus terkait kesehatan jiwa baik itu ODMK maupun ODGJ. “Saat ini masih banyak kasus kesehatan jiwa baik ODMK maupun ODGJ bahkan ODGJ berat,” ucap Dokter yang juga merupakan Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung itu.

Dihadirkannya para narasumber terkait dalam seminar itu, dikatakan Umi sesuai dengan tema HKJS tahun ini, yaitu “Generasi Muda Yang Bahagia, Tangguh Dan Sehat Jiwa Menghadapi Perubahan Dunia” dan tema HKN ke 54 “Aku Cinta Sehat “, “Ayo Hidup Sehat, Mulai Dari Kita”. “Narasumber kita datangkan untuk membahas topik kesehatan jiwa mulai dari bagaimana deteksi dini Gangguan jiwa, gangguan jiwa saat hamil,
bersalin dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan jiwa anak dan topik kesehatan jiwa lainnya,” tutur Umi.

Selain untuk meningkatkan kemampuan profesional penanganan gangguan jiwa, seminar tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai pentingnya mengetahui faktor resiko dan peringatan awal gangguan jiwa serta untuk mempererat ikatan afiliasi antar organisasi profesi dalam penanganan gangguan jiwa. Menurut data yang didapat, WHO menyatakan bahwa separuh dari gangguan kejiwaan dimulai dari usia sekitar 14 tahun, akan tetapi sebagian besar kasus tidak terdeteksi dan tidak tertangani. Depresi merupakan kasus banyak dialami oleh orang muda yang apabila tidak tertangani dapat mengarah pada terjadinya bunuh diri.

Acara yang diselenggarakan di Bumi Phala Temanggung itu juga merupakan bentuk kesadaran bahwa kesehatan jiwa adalah salah satu komponen atau unsur yang sangat penting dari kesehatan. (rta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *