Progo 5, Bukti Eksistensi Sastra Temanggung

by -33 views

TEMANGGUNGZONE – Para pecinta dunia kesastraan di Temanggung yang tergabung dalam Keluarga Studi Sastra 3 Gunung (KSS3G) mengadakan peluncuran buku antologi puisi progo 5 serta Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia dengan tema Merawat Potensi Kearifan Lokal Melalui Sastra, Sabtu (27/10/2018). Acara yang digelar di Pendopo Pengayoman Temanggung itu dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung Darmadi yang membuka acara mewakili Wakil Bupati, hadir juga anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Denty Eka Widipratiwi serta sederet tamu undangan, dan peserta dari berbagai instansi baik dosen, mahasiswa, pelajar dan guru se eks Karesidenan Kedu. Ketua KSS3G Heny Taslimah mengatakan, buku Progo 5 itu merupakan buku antalogi ke lima yang berisi kumpulan karya puisi dari 30 penyair dan sebagai bukti perjalanan KSS3G. “Ini kami jadikan sebagai monumen sekaligus bukti bahwa kami itu masih terus exist dalam berkarya,” ungkap Heny kepada Suara Merdeka. Karya Progo 5 dikatakan Heny juga sebagai bukti bahwa Temanggung itu tidak miskin penulis karena banyak yang bisa menulis buku. Heny pun berharap buku Progo 5 dapat diikutkan sertakan dalam ajang Prasidatama Balai Bahasa Jawa Tengah. Dalam kegiatan tersebut, anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Denty Eka Widipratiwi yang juga istri dari Wakil Bupati Kabupaten Temanggung itu berkesempatan membacakan puisi untuk kali pertamanya. “Bu Denty juga telah menyumbangkan karya puisinya pada buku progo 5,” ungkap Heny penulis puisi berjudul “dirundung mendung” yang juga tertuang dalam buku progo 5. Heny berharap para sastrawan-sastrawati Temanggung dapat terus berkarya sehingga karyanya tidak hanya tehenti pada progo 5 saja tapi juga akan terus terbit buku progo 6, 7 dan progo-progo seterusnya seperti menglirnya sungai progo yang mengalir terus menerus tanpa putus. Acara ini didukung oleh teater SMA 1 Temanggung juga seni tari dari SMA 2 Temanggung, dengan salah satu tari bernama Songgo Ilmu yang menjadi pembuka penyerahan buku Progo 5 kepada Balai Bahasa Jawa Tenggah. Heny mengucapkan terima kasih kepada Balai Bahasa Jawa Tengah atas apresiasi yang telah diberikan, juga kepada pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta semua pihak terkait yang terus mendukung. “Kami enggak nyangka poster acara kami dipost oleh akun Kemendikbud, itu sangat luar biasa bagi kami,” tutur Heny. Dalam kesempatan itu, melalui KSS3G, Balai Bahasa Jawa Tengah memberikan buku kepada Perpusda. Ada 10 Buku, termasuk buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan buku-buku terbitan Balai Bahasa. Rencananya nanti akan diserahkan ke Perpusda beserta lima buku progo 5 sebagai tambahan. Kegiatan tersebut, usai peluncuran buku, dilanjutkan dengan Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia yang disampaikan oleh Iin Inayatai Istiyana dari Balai Bahasa Jawa Tengah dan Darmadi, Kepala Dindikpora Temanggung dengan moderator Tri Sadono. (rta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *