Jaga Kesehatan, Santri Cuci Tangan Pakai Sabun

by -139 views

WONOSOBOZONE. Cuci tangan menjadi salah satu kegiatan yang sudah rutin dilakukan oleh semua kalangan masyarakat. Mencuci tangan menggunakan sabun termasuk cara yang paling mudah, efektif, dan terjangkau dalam pencegahan terhadap penyakit. “Tangan adalah anggota tubuh yang menjadi garda depan pintu masuknya kuman kuman penyakit. Maka dari itu kita harus benar-benar menjaga kebersihan, dengan melakukan aturan cuci tangan yang benar”, demikian jelas dr Diah Ekawati Arifin, dari Puskesmas Wonosobo. Hal tersebut dikatakanya saat sosialisasi dan penyuluhan kesehatan tentang gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun, bertepatan dengan peringatan hari santri di SD Almadina Argopeni Wonosobo, Senin (22/10).

Di hadapan anak-anak, Diah menerangkan tentang pentingnya cuci tangan sebelum makan dan menerapkan hidup bersih sejak dini, dan mengajarkan bagaimana cara mencuci tangan dengan sabun yang benar. Masa anak-anak merupakan masa yang tepat untuk menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pada masa ini, anak-anak akan mudah menerima hal-hal baru serta tertarik untuk menirukan dan mempraktikannya. Anak-anak perlu diperkenalkan dengan perilaku hidup bersih dan sehat yang sederhana dan yang dapat mereka lakukan, seperti mencuci tangan dengan sabun dan menjaga kebersihan. Dibantu petugas dari Puskesmas dia mencontohkan gerakan tangan yang benar kepada para pelajar.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo, mengatakan, selain memperingati hari santri, juga mengajak anak-anak untuk memperingati Hari Mencuci Tangan Sedunia. Karena mencuci tangan, merupakan perilaku kecil namun berdampak sangat besar. Dengan membiasakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dapat mengurangi angka kematian yang terkait dengan penyakit diare hingga hampir 50%.

Karena menurut WHO, tangan adalah salah satu jalur utama masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh. Hal tersebut dikarenakan, tangan adalah anggota tubuh yang paling sering berhubungan langsung dengan mulut dan hidung. Berdasarkan hasil Riskesda 2013, adapun penyebab terbesar meninggalnya balita dan anak-anak Indonesia adalah penyakit diare dan ISPA.

CTPS sendiri bertujuan meningkatkan perilaku hidup sehat, mencegah timbulnya penyakit, sekaligus menurunkan tingkat kematian balita dan anak-anak. “Oleh karena itu, saya merasa sangat bangga dengan hadirnya kalangan pelajar dan para pendidik pada kegiatan ini, yang tentunya akan dapat berperan aktif dalam mensukseskan gerakan cuci tangan pakai sabun”, katanya.

Terkait hari santri, dalam sambutanya mengatakan, Momentum Hari Santri, perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit “nasionalisme bagian dari iman”, perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *