Gandeng BNI, BKD Wonosobo Cegah Pensiunan Ngaplo

by -67 views

WONOSOBOZONE – Menjelang purna tugas, Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta menyiapkan kegiatan produktif saat menjalani masa pensiun. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Penilaian Kinerja Aparatur Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Joko Widodo di hadapan ratusan PNS yang hampir pensiun saat membuka kegiatan sosialisasi program Pra Purna Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama BNI Wonosobo di salah satu tempat makan Wonosobo, Selasa (16/10/18). Menurut Joko, hal tersebut cukup efektif dalam menghindari problem kejiwaan yang biasanya mengikuti atau post power syndrome pada para pensiunan PNS. “Banyak hal dapat dilakukan pensiunan di luar tugas kedinasan. Bukan berarti, mereka harus berpangku tangan selama melepas tugas dan jabatan. Misalnya berbisnis dengan modal uang pensiun, mengajar, meningkatkan kualitas ibadah dan sebagainya,” ungkap Joko.

Joko menambahkan, dalam persiapan diri sebelum memasuki pensiun, kerap sekali pihaknya menemui beberapa PNS yang terpengaruh psikisnya, terlebih dengan adanya perubahan status yang dihadapi. “Nah mulai sekarang bisa menata diri untuk mengisi keseharian di masa purna tugas. Maka dari itu kami mencoba menggandeng salah satu lembaga keuangan yakni BNI untuk membantu mengantisipasi hal tersebut,” beber Joko.

Program kerjasama tersebut mendapat dukungan penuh dari BNI cabang Wonosobo. Kepala BNI Cabang Wonosobo, Muh Musafak mengaku pihaknya memiliki program yang tepat bagi para calon pensiunan PNS, yakni program BNI Fleksi Pensiun (BFP). Dijelaskannya, merupakan fasilitas kredit lunak yang diperuntukan kepada para calon pensiun dan pensiun peserta Taspen, Asabri serta lembaga pensiunan untuk segala keperluan. “Maksimum kredit Rp 500 juta, jangka waktu kredit maksimal 15 tahun, dengan debt service ratio maksimal 70 persen dari manfaat pensiun bulanan. Bunga ringan, biaya murah dan bebas medical check up,” terang Musafak di hadapan peserta yang mayoritas profesi sebagai pengajar.

Ia menambahkan, jenis dan peruntukan BNI Fleksi Pensiun mulai dari reguler, fasilitas kredit lunak kepada para pensiunan untuk segala keperluan. BNI Fleksi Pensiun Pra Purna, fasilitas kredit lunak kepada para calon pensiunan. BNI Fleksi Pensiunan Take Over, pengambilalihan fasilitas kredit lunak dari bank lain. BNI Fleksi Pensiun Top Up, penambahan fasilitas kredit lunak pensiunan dan calon pensiunan yang telah berjalan minimal enam bulan di BNI serta BNI Fleksi Pensiun Pre Approval yakni, program persetujuan pasti bagi pensiunan sesuai dengan kriteria program pre approval. “Persyaratan BNI Fleksi Pensiun memiliki SK pensiun, perorangan, pensiunan peserta Taspen dan Asabri, minimal manfaat pensiun Rp 1.500.000 per bulan, usia maksimal 75 tahun saat kredit lunas,” pungkasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *